Pbb Ungkap Nyaris 2,4 Juta Pengungsi Butuh Tempat Tinggal 2027

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (16/6) mengungkap saat ini ada nyaris 2,4 juta pengungsi di bumi nan memerlukan tempat tinggal pada 2027.

UNHCR, badan pengungsi PBB, memperingatkan para pengungsi itu bakal kekurangan pilihan lantaran tidak dapat kembali ke rumah dan menghadapi akibat di negara suaka mereka. Sejumlah negara juga telah mengurangi kuota pemukiman kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memperluas pemukiman kembali sangat mendesak dan bisa tercapai," kata Jackie Keegan, nan memimpin jasa solusi berkepanjangan dan support perlindungan lapangan UNHCR, kepada wartawan di Jenewa, diberitakan AFP.

"Peningkatan kuota, melibatkan lebih banyak negara, dan mempercepat proses bakal memastikan perangkat penyelamat jiwa ini menjangkau lebih banyak orang nan membutuhkan," ujar dia lagi.

Dalam laporan tahunan Proyeksi Kebutuhan Pemukiman Kembali Global, UNHCR mengatakan 2,37 juta orang dari 43 negara asal dan nan tinggal di 76 negara suaka bakal memerlukan pemukiman kembali di tempat lain tahun depan.

Pengungsi Afghanistan merupakan golongan terbesar nan memerlukan pemukiman kembali, diikuti pengungsi dari Sudan Selatan, Sudan, Suriah, dan pengungsi Rohingya dari Myanmar, nan tinggal di kamp-kamp besar di Bangladesh.

Angka 2,4 juta tersebut turun enam persen dari laporan tahun lalu.

Keegan mengatakan perihal ini sebagian disebabkan kembalinya penduduk Afghanistan dari Iran dan Pakistan "dalam keadaan nan tidak menguntungkan" dan penggulingan presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024 nan membuka jalan bagi kepulangan sukarela.

Pada 2025, hanya sekitar 37 ribu pengungsi nan berangkat ke negara baru melalui pemukiman kembali nan dibantu UNHCR. Angka tersebut turun dari 116 ribu pada 2024.

Sebagian dari penurunan tersebut mengenai Amerika Serikat (AS), nan sejak lama menjadi negara pemukim pengungsi terbesar di dunia, nan menutup pintunya tak lama setelah Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu.

Namun, Keegan menekankan bahwa "bukan hanya AS", lantaran negara-negara penerima pemukiman jangka panjang lainnya "telah menurunkan kuota mereka alias menangguhkannya".

"Berkomitmen kembali pada perlindungan dan solusi lebih krusial dari sebelumnya," katanya.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional