Trump Akui Frustrasi Soal Netanyahu: Tanpa Saya Tak Akan Ada Israel

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyusul langkah Israel nan kerap berupaya merusak prospek perundingan tenteram Amerika Serikat-Iran.

Dalam pertemuan dengan wartawan pada Selasa (16/6), Trump mengatakan Netanyahu perlu "bertindak lebih bertanggung jawab mengenai Lebanon."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon untuk menargetkan milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Iran. Sementara itu, gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan perundingan AS-Iran.

"Tanpa saya, tidak bakal ada Israel lantaran tidak ada presiden lain nan bersedia melakukan apa nan telah saya lakukan," kata Trump saat menjawab pertanyaan mengenai apakah dia merasa frustrasi menghadapi Netanyahu seperti dikutip CNN.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump memang kedapatan beberapa kali berbeda dengan Netanyahu terutama mengenai perang melawan Iran.

Di satu sisi, Trump berupaya merampungkan perang nan dia mulai sejak 28 Februari dengan Iran secepatnya. Di sisi lain, Israel tampak mau terus bertempur dan tak mau memandang AS-Iran berdamai.

Trump menilai pemimpin Israel itu beserta pemerintahannya justru mempersulit upaya AS mencapai kesepakatan dengan Iran lantaran serangan-serangan nan dilancarkan terhadap Hizbullah di Lebanon. Iran sendiri bersikeras bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata kudu mencakup Lebanon.

"Saya mempunyai hubungan nan sangat baik dengan Bibi (sapaan Netanyahu), tetapi sekarang Bibi kudu lebih bertanggung jawab mengenai Lebanon," lanjut Trump.

Di sisi lain, Netanyahu berhati-hati untuk tidak terlibat konfrontasi terbuka dengan Trump. Saat berbincang mengenai kesepakatan AS-Iran pada Senin, dia mengatakan ada kalanya dia dan Trump tidak sependapat.

"Ada kalanya Presiden Trump dan saya tidak mempunyai pandangan nan sejalan. Namun saya bertanggung jawab atas kepentingan keamanan Israel, dan perihal itu kudu dilakukan dengan bijaksana," ujar Netanyahu.

Ketidakharmonisan Trump dan Netanyahu ini makin terlihat jelang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran di Swiss pada Jumat (19/6) nanti.

Presiden Trump apalagi mengeklaim MoU antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang ini telah diteken "secara elektronik" sebelum 19 Juni. Ia juga mengeklaim Selat Hormuz nan selama perang AS-Iran pecah diblokade bakal kembali terbuka pada Jumat mendatang.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional