Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai Suriah kemungkinan dapat "melakukan pekerjaan nan lebih baik" daripada Israel dalam menghadapi milisi Hizbullah di Lebanon.
Berbicara kepada wartawan dalam sela-sela KTT G7 pada Selasa (16/6), Trump mengatakan bahwa "orang nan sekarang memimpin Suriah" sangat memahami langkah menghadapi Hizbullah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel selama bertahun-tahun berupaya melemahkan Hizbullah, yang menguasai Lebanon selatan, dan menghentikan keahlian golongan milisi nan didukung Iran itu untuk meluncurkan roket ke wilayah Israel dari Lebanon.
Namun hingga kini, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.
Trump mengatakan dirinya telah "menyarankan kepada Israel" agar Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa, nan dia sebut sebagai "orang nan saya tempatkan di sana", diberi kesempatan untuk "menangani Hizbullah."
"Dia bukan anak pramuka, tetapi dia telah melakukan pekerjaan nan luar biasa dalam menyatukan negaranya, dan dia sangat memahami Hizbullah. Dia tidak menyukai mereka," kata Trump seperti dikutip CNN.
"Saya menyarankan kepada Israel agar membiarkan Suriah menangani Hizbullah, lantaran sejujurnya saya pikir mereka bisa melakukannya dengan lebih baik," lanjutnya.
Trump juga menilai Israel telah terlalu lama bertempur melawan Hizbullah. Menurutnya, bentrok nan berkepanjangan itu telah menelan terlalu banyak korban jiwa.
"Anda tidak kudu merobohkan sebuah gedung apartemen setiap kali mencari seseorang, lantaran ada banyak orang di dalam gedung itu dan tidak semuanya adalah personil Hizbullah," ujar Trump.
Pernyataan Trump nan membandingkan Israel dan Suriah ini datang ketika dia dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terus berbeda mengenai perang di Iran.
Trump mengaku frustrasi menghadapi Netanyahu yang terus mempersulit upaya AS mengakhiri perang dengan membujuk Iran berunding. Salah satu nan membikin perundingan AS-Iran mandek adalah langkah Israel nan terus menggempur Lebanon demi menargetkan Hizbullah, sekutu Iran.
Sementara itu, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon menjadi bagian dari syarat perundingan Iran dan AS dapat terus berlangsung.
Pengakuan Trump ini muncul kala AS dan Iran sedikit lagi menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Swiss pada Jumat (19/6). MoU ini sebagai upaya perundingan lanjutan demi mengakhiri perang nan telah pecah sejak 28 Februari lalu.
Namun, Israel kekeh melancarkan sejumlah serangan ke Lebanon hingga membikin Trump frustrasi.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·