Ini 4 Karakter Orang Yang Selalu Merasa Paling Benar Menurut Psikologi

Sedang Trending 9 jam yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 17 Jun 2026 19:30 WIB

Karakter orang nan selalu merasa paling benar. Ilustrasi. Secara psikologi, di kembali sikap selalu merasa paling benar, ada karakter nan tersembunyi. (iStockphoto/Khosrork)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Punya kawan nan selalu merasa paling betul terkadang menyebalkan. Tapi secara psikologi, di kembali sikap ini sebenarnya ada karakter alias sifat nan tersembunyi.

Orang nan selalu merasa paling betul sendiri digambarkan sebagai seseorang nan susah menerima bahwa pandangannya mungkin keliru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, mereka juga kerap memandang pendapat sendiri nan paling tepat dan susah mempertimbangkan perspektif pandang orang lain.

Ciri-ciri orang nan selalu merasa paling benar

Biasanya, sikap ini terlihat dari beberapa kebiasaan dalam keseharian. Di antaranya sebagai berikut:

- sering membantah orang lain,
- susah mengaku salah,
- selalu punya argumen untuk membenarkan tindakannya,
- konsentrasi memenangkan argumen,
- kurang menerima kritik,
- menganggap pendapat orang lain sebagai serangan.

Karakter orang nan selalu merasa paling benar

Kendati demikian, krusial juga untuk dipahami bahwa orang jenis ini tak selalu berfaedah arogan. Secara psikologi, sikap ini dipengaruhi oleh banyak faktor.

Selain itu, ada juga sejumlah karakter nan sering ditemukan pada orang nan selalu merasa paling betul secara psikologi. Berikut di antaranya merangkum beragam sumber.

1. Sikap defensif

Defensif sendiri didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang untuk melindungi diri dari kritik, masukan, alias perbedaan pendapat dengan langkah memihak diri secara berlebihan. Mengutip penjelasan dari The Archetype, karakter inilah nan sering tampak pada orang nan selalu merasa paling benar.

Mereka memandang setiap pertanyaan terhadap ide-ode mereka sebagai ancaman, alih-alih menganggapnya sebagai umpan kembali nan membangun.

2. Harga diri rapuh

Psikolog Guy Winch dalam laman Walden University menyebut, berasas konsensus psikologis, kebutuhan orang nan menjadi pihak nan paling betul berfaedah sebagai sistem perlindungan. Mengakui kesalahan terasa merusak identitas mereka.

"Saat mereka [orang nan selalu merasa paling benar] ditantang, ego mereka tidak dapat mentolerir pengakuan kesalahan," tulis Walden University.

Mengakui kesalahan memang sering dianggap sebagai kelemahan. Namun, orang nan tak pernah mau mengaku salah tak bakal belajar dari kesalahan mereka.

3. Mementingkan kontrol dan keamanan

Karakter satu ini secara unik muncul sebagai salah satu tanda gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Menukil laman ilmu jiwa Therapist Point, orang dengan OCD biasanya mempunyai sifat nan menganggap dirinya benar.

Mereka memerlukan segala sesuatu dilakukan dengan langkah nan 'benar'. Hal ini dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi kecemasan.

4. Narsistik

Orang nan selalu merasa paling betul sering diasosiasikan dengan kepribadian narsistik. Masih dari laman Therapist Point, kebutuhan untuk selalu dianggap sebagai nan paling betul menjadi salah satu ciri-ciri gangguan kepribadian narsistik (NPD).

Mereka biasanya membangun identitas dengan superioritas. Mengakui kesalahan dapat menakut-nakuti gambaran diri nan mereka ciptakan dengan hati-hati.

Kendati demikian, tak semua orang nan selalu merasa paling betul lantas dikategorikan NPD. Pasalnya, NPD sendiri merupakan gangguan mental nan memerlukan diagnosis.

Demikian karakter orang nan selalu merasa paling betul secara psikologi. Perlu diingat, tak ada satupun perihal nan bisa dijadikan patokan untuk memandang karakter dan kepribadian seseorang. Kepribadian adalah perihal nan kompleks dan dibentuk oleh banyak faktor.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle