CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 23:30 WIB
Ilustrasi. Radang dan kanker testis kerap dikaitkan lantara menimbulkan indikasi nan sama. (iStockphoto/dragana991)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktor Dwayne Johnson dikabarkan menderita epididimitis. Penyakit ini kerap dikaitkan dengan kanker testis lantaran gejalanya nan nyaris sama.
Dalam pengakuan The Rock pada Esquire, dia mulanya menemukan benjolan pada bagian testis saat mandi. Benjolan itu terasa sakit saat disentuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pemeriksaan master menyebut bahwa laki-laki 54 tahun itu kemungkinan menderita epididimitis.
Epididimitis sendiri merupakan peradangan pada saluran di bagian belakang testis nan bekerja untuk menyimpan sperma. Epididimitis bisa menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan.
Menukil laman Cleveland Clinic, setidaknya ada dua jenis epididimitis, ialah akut dan kronis. Pada kasus akut, epidimitis biasanya ditandai dengan indikasi nan muncul tiba-tiba dan memburuk. Epididimitis akut biasanya disebabkan oleh jangkitan bakteri.
Sementara pada kasus kronis, epididimitis biasanya terjadi selama enam pekan alias lebih. Rasa nyeri bisa muncul dan hilang. Gejalanya juga condong lebih ringan dibandingkan kasus akut.
Berikut beberapa indikasi epididimitis:
- nyeri pada testis nan menjalar ke selangkangan,
- testis bengkak,
- demam,
- nyeri saat buang air kecil,
- darah pada air mani.
Infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore dan klamidia adalah penyebab epididimitis paling umum. Selain itu, epididimitis juga bisa dipicu oleh aliran kembali urine nan terinfeksi melalui saluran ejakulasi ke epididimis. E.coli jadi salah satu kuman nan paling umum ditemukan menyebabkan epididimitis.
Berbeda dengan kanker testis
Penyakit ini sukses bikin Dwayne Johnson khawatir. Ia takut dirinya menderita kanker testis sebagaimana nan diperingatkan para dokter.
Memang, epididimitis kerap dikaitkan dengan kanker testis lantaran gejalanya nan tumpang tindih. Padahal, keduanya jelas berbeda.
Keduanya dapat memicu pembengkakan pada skrotum, rasa tidak nyaman, dan kemunculan benjolan saat diraba.
Menukil laman Testicular Cancer Foundation, perbedaannya biasanya terletak pada rasa nyeri. Epididimitis bakal muncul dalam corak nyeri nan tajam dan perkembangan nan cepat. Sementara kanker testis sering kali muncul tanpa rasa sakit alias nyeri nan condong tumpul.
Selain itu, jangkitan pada kasus epididimitis juga sering disertai dengan kemerahan, demam, alias sensasi terbakar saat buang kecil. Kanker testis tidak menyebabkan indikasi nan sama.
Benjolan akibat kanker juga biasanya bertekstur keras, bergerigi, dan terletak di bagian badan testis. Sementara pada kasus epididimis, benjolan biasanya muncul di area atas alias belakang testis, dengan sifat nan jinak.
Segera periksakan diri ke master jika Anda menemukan adanya pembengkakan alias benjolan pada testis. Epididimitis ataupun kanker testis sama-sama bisa diatasi jika ditangani lebih cepat.
(asr)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·