Organ Ini Jarang Disebut, Tapi Ternyata Jadi Faktor Kunci Umur Panjang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 04:30 WIB

Kelenjar timus jadi aspek kunci umur panjang. Ilustrasi. Kesehatan kelenjar timus rupanya bisa menjadi aspek kunci umur panjang. (iStockphoto/Nerthuz)

Jakarta, CNN Indonesia --

Organ mini satu ini jarang disebut. Namun, siapa sangka jika organ ini bisa memprediksi umur panjang?

Studi teranyar nan dipublikasikan di jurnal Nature menemukan, kesehatan timus bisa memprediksi umur panjang. Studi ini meneliti gimana kesehatan timus memengaruhi nomor kematian, kanker, dan masalah kardiovaskular pada orang dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timus sendiri merupakan organ mini dalam tubuh berupa kelenjar nan menghasilkan sel imun T. Ukuran timus bakal menyusut seiring bertambahnya usia.

Banyak mahir menganggap, kelenjar ini tak lagi aktif setelah masa kanak-kanak. Namun, lewat studi ini setidaknya terlihat bahwa seiring bertambahnya usia, kelenjar timus tetap mengenai dengan penuaan sistem kekebalan tubuh dan perkembangan penyakit kronis.

Para peneliti melakukan studi observasional skala besar menggunakan beberapa data. Sebanyak 27.612 peserta menjalani CT scan.

Pemeriksaan ini memprediksi status timus berasas fitur strukturalnya, menghasilkan skor skala 0-100.

Para peneliti memantau kesehatan peserta studi selama 12 tahun. Tujuannya untuk mengetahui ada alias tidaknya kejadian kanker paru-paru hingga masalah kardiovaskular. Hasilnya juga disesuaikan dengan aspek usia, jenis kelamin, status merokok, dan indeks massa tubuh (BMI).

Hasilnya, kesehatan timus antar-individu sangat bervariasi, apalagi di antara mereka nan berumur sama. Namun, kesehatan timus nan lebih tinggi ditemukan secara konsisten mengenai dengan kualitas hidup nan lebih baik.

Peserta dengan kelenjar timus nan sehat mempunyai akibat meninggal bumi akibat semua penyebab nan lebih mini (13,4 persen) dibandingkan peserta dengan kesehatan timus nan jelek (25,5 persen).

Peserta dengan kelenjar timus nan sehat juga mempunyai akibat nan lebih rendah terkena kanker paru-paru. Insiden kanker paru-paru juga menurun 3,4 persen pada golongan dengan kelenjar timus nan sehat.

Individu dengan kesehatan timus nan tinggi juga mempunyai nomor kematian akibat masalah kardiovaskular nan lebih rendah 63 persen.

Gaya hidup dan aspek metabolisme berkedudukan krusial untuk kesehatan timus. Merokok dan peradangan kronis dapat merusak timus.

Meski timus dianggap tak lagi aktif setelah masa kanak-kanak, dia terus mendukung dan mempertahankan kegunaan kekebalan tubuh sepanjang hidup.

[Gambas:Video CNN]

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle