CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. Berikut tanda glukosuria pada pria. Segera periksa ke dokter! (Nindya Putri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pada banyak kasus, gejala diabetes pada laki-laki berbeda dibandingkan wanita. Kenali tanda glukosuria pada laki-laki berikut ini.
Diabetes merupakan penyakit kronis nan dapat menyerang siapa saja baik laki-laki maupun wanita di usia berapa pun. Namun rupanya sejumlah kasus menunjukkan indikasi pada laki-laki berbeda dengan wanita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, kadar gula darah nan terus meningkat dapat memengaruhi beragam organ dan kegunaan tubuh. Oleh lantaran itu, mengenali tanda glukosuria pada laki-laki sejak awal menjadi langkah krusial untuk mencegah komplikasi nan lebih serius.
Tanda glukosuria pada pria
Dikutip dari beragam sumber, berikut tanda glukosuria pada laki-laki nan sering tidak disadari.
1. Sering buang air kecil
Salah satu tanda glukosuria pada laki-laki nan paling umum adalah gelombang buang air mini nan meningkat, terutama pada malam hari. Melansir Healthline, kondisi ini terjadi lantaran tubuh berupaya membuang kelebihan gula melalui urine.
Jika keluhan ini muncul secara terus-menerus tanpa penyebab nan jelas, pemeriksaan kadar gula darah perlu dipertimbangkan.
2. Mudah capek dan kehilangan energi
Kelelahan nan tidak kunjung membaik meskipun sudah beristirahat cukup dapat menjadi indikasi awal diabetes. Hal ini lantaran sel tubuh tidak memperoleh daya secara optimal ketika insulin tidak bekerja dengan baik.
Akibatnya, tubuh terasa lemas, lesu, dan susah berkonsentrasi saat beraktivitas.
3. Berat badan turun tanpa argumen nan jelas
Penurunan berat badan tanpa program diet alias olahraga intensif juga termasuk tanda glukosuria pada laki-laki nan perlu diwaspadai. Pasalnya, ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi, tubuh bakal memecah lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi.
Kondisi ini dapat menyebabkan berat badan turun secara signifikan dalam waktu relatif singkat.
4. Disfungsi ereksi
Ilustrasi. Tanda glukosuria pada laki-laki salah satunya disfungsi ereksi. (iStock/Diy13)
Tanpa disadari, glukosuria dapat merusak pembuluh darah dan saraf nan berkedudukan dalam proses ereksi. Akibatnya, laki-laki dengan glukosuria mempunyai resiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi alias kesulitan mempertahankan ereksi.
Bahkan, lebih dari separuh laki-laki dengan glukosuria dilaporkan mengalami masalah ini. Karena itu, gangguan ereksi nan terjadi berulang sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah seksual semata, tetapi juga dapat menjadi salah satu indikasi glukosuria pada pria.
5. Infeksi jamur pada area genital
Melansir Medical News Today, kadar gula darah nan tinggi dapat meningkatkan akibat jangkitan jamur pada area genital pria. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemerahan, gatal, pembengkakan di kepala penis, aroma tidak sedap, serta rasa nyeri saat berasosiasi intim.
Gejala ini terjadi lantaran jamur lebih mudah berkembang pada lingkungan nan kaya gula.
6. Kesemutan alias meninggal rasa pada tangan dan kaki
Kerusakan saraf akibat kadar gula darah nan tinggi dapat menimbulkan sensasi kesemutan, meninggal rasa, alias nyeri seperti tertusuk pada tangan dan kaki. Selain itu, kondisi ini merupakan salah satu komplikasi glukosuria nan cukup sering terjadi.
Jika tidak ditangani, gangguan saraf dapat semakin memburuk dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
7. Massa otot berkurang
Terakhir, penyakit glukosuria berisiko mengalami penurunan massa otot pada pria. Kadar gula darah nan terus tinggi dapat membikin tubuh memecah jaringan otot sebagai sumber energi.
Akibatnya, kekuatan otot menurun dan tubuh terasa lebih lemah dibandingkan biasanya.
Mengenali tanda glukosuria pada laki-laki sejak awal sangat krusial agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Jika beberapa indikasi tersebut muncul secara berbarengan alias berjalan dalam waktu lama, segera lakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan dan mendapatkan penanganan nan tepat.
(gas/els)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·