Bukan Cuma Air, Ini Kandungan Keringat Yang Penting Bagi Tubuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 16:00 WIB

closeup woman neck sweat skin closeup Ilustrasi. Keringat bukan hanya air, ada banyak kandungan krusial untuk tubuh nan ada di dalamnya. (iStockphoto/Doucefleur)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian besar orang menganggap keringat hanyalah cairan nan keluar saat tubuh kepanasan alias berolahraga. Padahal, keringat mempunyai kandungan nan jauh lebih kompleks dan berkedudukan krusial dalam menjaga keseimbangan tubuh, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas bentuk dalam waktu lama.

Menurut mahir gizi performa olahraga sekaligus Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, Krissy Ladner, memahami apa nan terkandung dalam keringat dapat membantu seseorang menjaga performa tubuh dan mencegah dehidrasi.

"Seseorang alias apalagi atlet dapat kehilangan antara satu hingga tiga liter keringat setiap jam selama latihan. Bahkan penurunan berat badan sebesar 2 persen akibat kehilangan cairan sudah cukup untuk menurunkan performa secara signifikan," ujar Ladner dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, keringat tidak hanya terdiri dari air. Cairan nan keluar dari tubuh tersebut juga mengandung beragam elektrolit penting, terutama natrium dan klorida nan membentuk garam, serta kalium, magnesium, dan kalsium.

Masing-masing mineral tersebut mempunyai kegunaan vital bagi tubuh. Natrium dan klorida berkedudukan dalam mengatur keseimbangan cairan, tekanan darah, sinyal saraf, serta kontraksi otot. Kalium membantu pengedaran nutrisi, menjaga kegunaan otot dan saraf, serta mendukung kesehatan jantung.

Sementara itu, magnesium berkedudukan krusial dalam kegunaan otot dan saraf serta menjaga kesehatan tulang. Kalsium juga dibutuhkan untuk kontraksi otot dan transmisi sinyal saraf.

Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak elektrolit melalui keringat, beragam tanda peringatan dapat muncul. Mulai dari kram otot, kelelahan, sakit kepala, pusing, melambatnya waktu reaksi, hingga debar jantung nan tidak teratur pada kondisi nan lebih serius.

Apakah cukup hanya dengan air putih?

Banyak orang mengandalkan air putih untuk mengganti cairan nan lenyap setelah berolahraga. Namun, menurut Ladner, air putih tidak selalu cukup, terutama jika aktivitas bentuk berjalan lebih dari satu jam.

Air memang dapat menggantikan volume cairan nan hilang, tetapi tidak dapat menggantikan natrium nan ikut terbuang melalui keringat. Padahal, natrium berkedudukan krusial dalam mempertahankan cairan di dalam tubuh sekaligus membantu proses penyerapannya ke dalam sel.

Karena itu, minuman olahraga nan diformulasikan dengan baik sering kali lebih efektif untuk aktivitas bentuk nan berjalan lama dan intens. Selain mengandung natrium untuk menggantikan elektrolit nan hilang, minuman tersebut juga menyediakan karbohidrat sebagai sumber daya bagi otot dan otak.

Tak hanya itu, waktu rehat alias halftime juga jangan dianggap sebagai jarak biasa. Momen tersebut jutru merupakan kesempatan krusial untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum kembali bertanding.

Ladner menjelaskan bahwa strategi pengisian daya saat waktu rehat umumnya berfokus pada tiga komponen utama, ialah karbohidrat, elektrolit, dan cairan.

"Untuk karbohidrat, dianjurkan mengonsumsi sekitar 30 hingga 60 gram karbohidrat sederhana nan mudah dicerna. Jumlah tersebut setara dengan kombinasi minuman olahraga dan satu buah pisang, gel karbohidrat, alias segenggam mini permen energi," kata dia.

Karbohidrat membantu mengisi kembali persediaan glikogen nan digunakan selama aktivitas berintensitas tinggi seperti sprint alias perubahan arah secara cepat. Selain itu, karbohidrat juga membantu memasok daya bagi otak sehingga dapat menjaga konsentrasi dan konsentrasi.

Untuk elektrolit, natrium menjadi prioritas utama lantaran mempunyai peran terbesar dalam mempertahankan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi. Kalium dan magnesium juga tetap dibutuhkan untuk mendukung kegunaan tubuh secara optimal.

Sementara dari sisi cairan, atlet umumnya dianjurkan mengonsumsi sekitar 350 hingga 700 mililiter cairan saat waktu rehat serta 120 hingga 240 mililiter setiap 15 menit selama pertandingan berlangsung.

Cara sederhana mengecek status hidrasi

Ladner menyebut ada dua langkah sederhana nan dapat dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh terhidrasi dengan baik.

Pertama, menimbang berat badan sebelum dan sesudah sesi olahraga nan berjalan lama. Jika berat badan turun hingga 2 persen alias lebih, kondisi tersebut menunjukkan tubuh mengalami dehidrasi dan performa mulai menurun.

Kedua, memperhatikan warna urine. Warna urine nan ideal menyerupai limun alias kuning muda. Sebaliknya, warna nan lebih gelap seperti saribuah apel dapat menjadi tanda bahwa tubuh memerlukan lebih banyak cairan.

Bagi sebagian orang nan tidak nyaman menimbang berat badan alias mempunyai riwayat gangguan pola makan, metode tersebut tidak kudu dilakukan. Pemantauan hidrasi tetap dapat dilakukan melalui tanda-tanda bentuk lain, termasuk warna urine dan rasa haus.

"Jika Anda beraktivitas lebih dari 60 menit alias berkeringat secara signifikan, maka air putih saja kemungkinan tidak cukup. Tubuh memerlukan natrium, dan andaikan intensitas latihan cukup tinggi hingga membikin Anda bernapas lebih berat, tubuh juga memerlukan karbohidrat," ujarnya.

Karena itu, lain kali ketika tubuh mulai berkeringat saat berolahraga, jangan hanya melihatnya sebagai cairan nan keluar. Keringat adalah tanda bahwa tubuh sedang kehilangan air dan mineral krusial nan perlu segera digantikan agar performa dan kesehatan tetap terjaga.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle