Benarkah 92 Persen Warga Ri Belum Pernah Ke Luar Negeri?

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 15:00 WIB

Ilustrasi Paspor Ilustrasi. Beberapa info menyebut 92 persen penduduk Indonesia tidak pernah ke luar negeri. (PublicDomainPictures/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan, nomor nan menyebut 92 persen penduduk Indonesia belum pernah ke luar negeri kembali ramai diperbincangkan. Angka tersebut terasa cukup besar, terutama di tengah media sosial yang dipenuhi unggahan tentang liburan, konser, hingga perjalanan ke beragam negara.

Lalu, benarkah 92 persen penduduk Indonesia memang belum pernah berjalan ke luar negeri?

Jika merujuk pada survei Pew Research Center tahun 2023, jawabannya adalah ya. Dalam survei tersebut, responden ditanya berapa banyak negara di luar Indonesia nan pernah mereka kunjungi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, sebanyak 92 persen responden Indonesia mengaku belum pernah berjalan ke negara lain. Sementara itu, sekitar 4 persen responden menyatakan pernah mengunjungi satu negara.

Sebanyak 1 persen responden mengaku pernah berjalan ke dua negara, dan 1 persen lainnya pernah mengunjungi tiga hingga empat negara. Selain itu, sekitar 1 persen responden menjawab tidak tahu alias menolak memberikan jawaban.

Secara keseluruhan, proporsi responden Indonesia nan pernah berjalan ke setidaknya satu negara lain berada di kisaran 6-7 persen.

BPS mencatat jutaan perjalanan ke luar negeri

Meski demikian, bukan berfaedah perjalanan penduduk Indonesia ke luar negeri tergolong sedikit. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas perjalanan visitor nasional (wisnas) ke luar negeri tetap berjalan dalam jumlah besar setiap bulan.

BPS mencatat jumlah perjalanan wisata nasional ke luar negeri selama Januari-April 2026 sebagai berikut:

• Januari: 1,01 juta perjalanan

• Februari: 701,07 ribu perjalanan

• Maret: 793,16 ribu perjalanan

• April: 643,66 ribu perjalanan

Jika dijumlahkan, terdapat sekitar 3,15 juta perjalanan visitor nasional ke luar negeri selama empat bulan pertama 2026.

Sekilas, info tersebut tampak bertolak belakang. Di satu sisi, survei Pew Research Center menyebut 92 persen responden Indonesia belum pernah ke luar negeri. Di sisi lain, BPS mencatat jutaan perjalanan ke luar negeri hanya dalam kurun empat bulan.

Padahal, kedua info tersebut mengukur perihal nan berbeda.

Survei Pew berfokus pada pengalaman individu, ialah apakah seseorang pernah mengunjungi negara lain alias tidak. Sementara itu, info BPS menghitung jumlah perjalanan, bukan jumlah orang nan melakukan perjalanan.

Artinya, satu orang nan berjalan ke luar negeri acapkali dalam periode nan sama bakal tercatat sebagai beberapa perjalanan.

Sebagai contoh, seseorang nan melakukan lima perjalanan ke luar negeri dalam setahun bakal dihitung sebagai lima perjalanan dalam statistik BPS, meskipun orang nan melakukan perjalanan tersebut hanya satu.

Karena itu, info BPS tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan berapa banyak penduduk Indonesia nan pernah ke luar negeri. Angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai gambaran aktivitas perjalanan masyarakat ke luar negeri.

Malaysia tetap jadi tujuan favorit

Berdasarkan info BPS pada April 2026, Malaysia menjadi negara tujuan utama visitor nasional Indonesia dengan pangsa perjalanan mencapai 29,74 persen dari total perjalanan wisnas pada bulan tersebut.

Posisi berikutnya ditempati Singapura dengan pangsa 13,32 persen, disusul Arab Saudi sebesar 11,76 persen.

Malaysia dan Singapura selama ini menjadi destinasi favorit lantaran jaraknya relatif dekat dari Indonesia, pilihan penerbangan nan beragam, serta biaya perjalanan nan condong lebih terjangkau dibandingkan negara tujuan nan lebih jauh.

Sementara itu, Arab Saudi menjadi salah satu tujuan utama lantaran tingginya jumlah perjalanan ibadah, terutama untuk penyelenggaraan umrah.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle