Warga Palestina Di Gaza Terancam Kena Penyakit Kulit Saat Musim Panas

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Palestina di Jalur Gaza kini "dihantui" penyakit kulit nan menyebar di kamp-kamp pengungsi selama musim panas.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan krisis kesehatan baru muncul di Gaza, apalagi ada kekhawatiran situasi tersebut dapat segera memburuk.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan jumlah pengungsi nan kena jangkitan kulit meningkat hingga tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dipicu peningkatan suhu, kepadatan penduduk, dan sanitasi nan buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut menimbulkan beragam penyakit seperti kudis, cacar air, dan penyakit lainnya, terutama di kalangan anak-anak.

Dilansir Al Jazeera, menjelang musim panas penduduk dan petugas kesehatan di Gaza terus berupaya menghindari terulangnya kejadian tahun 2024 lalu, saat 150 ribu orang di Gaza menderita penyakit kulit.

Pada tahun tersebut penyakit kulit menyebar secara masif imbas kekurangan peralatan medis nan disebabkan oleh perang dan genosida Israel.

"Kami telah menjelajahi seluruh wilayah Jalur Gaza, wilayah itu penuh dengan pengungsi," kata seorang pengungsi Palestina, Fawzi al-Najjar.

"Ada satu juta orang nan berdesakan, dan kami datang ke sini untuk tinggal di atas tumpukan sampah. Ini masalah besar. Apa nan kudu kami lakukan?" imbuhnya.

Dengan minimnya persediaan medis, penduduk Palestina pun terpaksa menggunakan pengobatan rumahan untuk merawat family mereka.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan situasi di letak pengungsian terus memburuk.

"Tim di lapangan mengatakan bahwa (benih)penyakit dan jangkitan kulit di antara orang-orang di Gaza tetap meningkat. Pada bulan Maret, jangkitan semacam itu meningkat lebih dari tiga kali lipat di letak pengungsian nan dikelola PBB," ungkap Dujarric.

Di Khan Younis, Gaza selatan, petugas kesehatan berupaya keras mendisinfeksi ribuan tenda untuk meminimalisir penyebaran infeksi.

Ratusan anak di Deir el-Balah, Gaza tengah, menderita kudis, cacar air, dan penyakit kulit lainnya lantaran kebersihan nan jelek dan tempat tinggal nan terlalu padat.

"Penyakit kulit menyebar dengan sigap secara alami lantaran kontak dekat. Kita tidak dapat mencegah kontak tersebut. Menanganinya sangat susah saat ini lantaran obat-obatan tidak tersedia, dan kondisi nan dibutuhkan selain pengobatan seperti nutrisi nan cukup, ventilasi udara, dan kebersihan, juga kurang," kata master umum di Gaza, Dr. Salim Ramadan.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional