Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Singapura disebut tengah menyiapkan patokan baru ialah balasan cemeti bagi siswa pelaku perundungan (bullying) di sekolah.
Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, menyampaikan pernyataan soal norma cemeti bagi pelaku bullying itu, di hadapan personil parlemen pada Selasa (5/5). Lee mengatakan balasan itu hanya bakal diberikan sebagai upaya terakhir, dengan pengamanan nan ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekolah-sekolah kami menggunakan balasan cemeti sebagai tindakan disiplin jika semua tindakan lain tidak memadai, mengingat beratnya pelanggaran," kata Lee, dikutip AFP.
Dia lampau berujar, "Hukuman itu mengikuti protokol ketat untuk memastikan keselamatan siswa."
Lee memastikan balasan cemeti kudu disetujui kepala sekolah dan hanya diberikan oleh pembimbing nan berwenang.
Sekolah juga bakal mempertimbangkan faktor-faktor seperti kedewasaan siswa dan apakah balasan itu bakal membantu mereka belajar dari kesalahan dan memahami sungguh serius perbuatannya.
Lee juga mengatakan berasas Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, balasan cemeti hanya diberikan ke siswa laki-laki.
"Perempuan tidak boleh dihukum dengan cambuk," ujar dia.
Setelah balasan cemeti diberikan, sekolah bakal memantau kesejahteraan dan perkembangan siswa termasuk memberi konseling.
Rencana balasan cemeti untuk tukang bully jadi perdebatan di parlemen pada hari ini. Para personil DPR bertanya gimana balasan tersebut diterapkan mengenai kasus perundungan di sekolah.
Sebelum ini, Kementerian Pendidikan mengumumkan pedoman lebih ketat terhadap pelanggaran serius nan dilakukan siswa termasuk perundungan pada bulan lalu. Menurut pedoman tersebut, para pelanggar bisa menghadapi balasan cemeti sebanyak satu hingga tiga kali.
Hukuman cemeti itu menuai kritik dari golongan pemantau kewenangan asasi manusia (HAM). Tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) apalagi menyatakan balasan bentuk terhadap anak-anak memicu ancaman dan tak punya faedah apapun.
Hukuman cemeti di Singapura merupakan warisan pemerintah kolonial Inggris. Namun, Inggris sudah lama menghapus balasan fisik.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·