Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pastor di Irlandia viral setelah videonya nan terdengar berguyon mendoakan agar Tuhan mengambil Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebar di media sosial.
Dalam sebuah klip nan tersebar di media sosial, terlihat seorang pastor tengah berceramah di depan para jemaat mengenai perang di Iran. Belum diketahui nama pastor tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, sang pastor menyerukan angan dan angan untuk perdamaian di tengah situasi nan penuh ujian ini. Ia juga terdengar menyinggung krisis di Asia Barat dan akibat perang Iran nan dipicu serangan AS pada 28 Februari lampau terhadap dunia.
Namun, nan memicu perhatian adalah pastor nan tidak diperlihatkan dalam video tersebut juga terdengar melayangkan angan agar Trump sigap pergi dari bumi ini.
"Perang ini sedang terjadi, dan itu sungguh keterlaluan," ujar pastor tersebut nan terdengar dalam klip berdurasi 14 detik itu.
"Kita bermohon untuk perdamaian, bumi bermohon untuk Donald Trump, semoga Tuhan mengambilnya," paparnya menambahkan.
Ucapan itu langsung memicu gelak tawa jemaat nan hadir. Bahkan, sejumlah orang langsung mengamini angan pastor tersebut.
Sang pastor kemudian segera menambahkan klarifikasi:
"...agar Tuhan mengambil (mengangkat) penderitaannya."
Dikutip Wion, misa dan ucapan pastor tersebut membikin banyak orang tertawa, terutama lantaran tindakan Trump mengenai Iran sedang menuai kritik luas di beragam negara dan dari banyak pemimpin dunia.
Trump sebelumnya membikin ancaman mengejutkan kepada Iran, menyebut mereka "orang-orang gila" dan memperingatkan bahwa "sebuah peradaban utuh bakal meninggal malam ini", nan merujuk kepada bangsa Iran.
Selain itu, sejumlah personil parlemen AS dan pengamat juga menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi mental Trump, sementara seruan untuk memakzulkannya semakin menguat.
Ucapan sang pastor memicu banyak reaksi di media sosial. Alih-alih menuai kecaman dan protes, sebagian besar netizen justru mendukung pernyartaan pastor tersebut dan meminta "jangan terlalu serius dan anggap saja lelucon."
Seorang pengguna menulis: "Seperti kata MAGA, itu hanya bercanda, santuy saja!"
Pengguna lain menambahkan: "Ratusan juta orang di seluruh bumi mendoakan perihal nan sama."
Sebagian besar komentar bersuara humor, banyak nan menyiratkan bahwa bumi sedang menderita lantaran ulah presiden Amerika tersebut.
"Jangan ancam saya dengan pesta perayaan, Pastor," tulis seorang netizen.
Yang lain berkata: "Dia mengatakan apa nan diinginkan 99,9% dunia. Orang baik."
"Tuhan baru saja memberi pastor itu kenaikan gaji," tutur komentar lainnya.
Seorang pengguna lain menulis: "Atas nama penduduk Amerika nan tetap waras: AMIN!"
Trump vs umat Kristiani
Insiden ini terjadi kala Trump juga banyak dikecam oleh umat Kristiani setelah mengunggah gambar dirinya dengan AI sebagai Yesus Kristus. Unggahan itu memicu kecaman bukan hanya dari musuh politiknya, tetapi juga dari pendukung MAGA sendiri nan kebanyakan konservatif.
Ia kemudian menghapus gambar buatan AI tersebut setelah menuai kontroversi.
Insiden itu kembali memunculkan spekulasi bahwa Trump sedang tidak sehat secara mental dan semestinya mundur dari kedudukan presiden. Pernyataannya nan sering berubah-ubah juga menimbulkan kegelisahan dan kepanikan global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron apalagi meminta Trump "tidak berbincang setiap hari."
Dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Macron berbicara "jika Anda mau serius, Anda tidak mengatakan perihal nan berlawanan setiap hari dari apa nan Anda katakan sehari sebelumnya. Dan mungkin Anda sebaiknya tidak berbincang setiap hari."
Ucapan itu dianggap sebagai sindiran terhadap sikap Trump nan terus berubah soal perang Iran.
Para personil parlemen Demokrat juga mendorong Partai Republik agar menekan Trump untuk mundur dari kedudukan presiden Amerika Serikat.
Selain itu, Trump juga sempat berapi-api menanggapi kritikan Paus Leo XIV soal perang AS ke Iran.
Trump apalagi menilai Paus Leo XIV sebagai lemah dan mendukung Iran. Ia juga berani mengeklaim bahwa paus asal AS tersebut tidak bakal terpilih jika bukan dirinya nan menjadi presiden Negeri Paman Sam.
Pernyataan tantrum Trump terhadap Paus Leo XIV itu apalagi memicu perselisihan dengan negara sekutu seperti Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·