Korsel Pikir-pikir Usai Diminta Trump Bantu Operasi Militer Di Hormuz

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan mengatakan bakal "meninjau kembali" posisinya untuk berasosiasi dengan operasi militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Pernyataan Korsel disampaikan merespons permintaan Presiden AS Donald Trump nan mendesak Seoul untuk ikut serta di Selat Hormuz, setelah serangan Iran diduga menargetkan salah satu kapal Korsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal pekan ini, ledakan dan kebakaran terjadi di kapal kargo Korsel di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan semua awal kapal HMM Namu nan kena serangan, termasuk enam penduduk negara Korsel, tidak terluka.

Menurut Trump, kejadian tersebut semestinya mendorong Korsel untuk berasosiasi dalam upaya AS memandu kapal-kapal nan terjebak di Selat Hormuz.

"Iran telah melakukan beberapa serangan terhadap negara-negara nan tidak mengenai sehubungan dengan pergerakan kapal, PROJECT FREEDOM, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan. Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut berasosiasi dalam misi ini!" tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Senin (4/5).

"Selain kapal Korea Selatan tersebut, hingga saat ini tidak ada kerusakan nan terjadi di Selat itu," lanjutnya seperti dikutip AFP.

Kementerian Pertahanan Korsel pada Selasa (5/5) mengatakan bakal "dengan jeli meninjau kembali posisi kami", namun menegaskan tidak berkomitmen untuk perubahan apapun.

Kemhan Korsel juga menegaskan bakal mempertimbangkan posisinya berasas norma internasional, keselamatan jalur maritim internasional, aliansinya dengan AS, dan situasi keamanan di Semenanjung Korea.

Mereka juga mengatakan bakal secara aktif berpartisipai dalam obrolan internasional tentang kerja sama untuk memastikan jalur kondusif melalui Selat Hormuz.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional