Uea Mau Minta Duit Ke As Jika Perang Dengan Iran Berlanjut

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Emirat Arab (UEA) berencana meminta kompensasi duit ke Amerika Serikat andaikan ekonomi Abu Dhabi terguncang imbas perang AS-Israel vs Iran.

Gubernur Bank Sentral UEA, Khaled Mohamed Balama, dikabarkan mengemukakan pendapat kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan para pejabat Federal Reserve agar Washington menyediakan skema pertukaran mata duit (currency swap line) dengan Abu Dhabi, jika terjadi akibat ekonomi signifikan buntut perang Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Currency swap adalah kesepakatan antara dua bank sentral untuk menukar mata duit domestik dengan nilai tukar nan telah disepakati. Fungsinya, memungkinkan bank sentral asing memperoleh dolar AS dengan nilai lebih rendah saat krisis finansial alias ketidakpastian pasar meningkat.

Gagasan currency swap ini dikemukakan Balama dalam sebuah pertemuan pekan lalu. Wall Street Journal (WSJ) melaporkan perihal ini.

Menanggapi laporan WSJ, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Kevin Hassett bicara kepada CNBC bahwa AS bisa saja memberikan support finansial kepada UEA jika negara Teluk itu memang membutuhkannya.

"UEA telah menjadi sekutu nan sangat berbobot sepanjang upaya ini, dan saya percaya menteri finansial bakal melakukan segala langkah untuk membantu mereka jika diperlukan," kata Hassett pada Senin (20/4), seperti dikutip Middle East Eye (MEE).

Meski begitu, Hassett mengatakan skema currency swap kemungkinan besar tidak bakal terjadi dalam kondisi ini. Namun, dia percaya AS bersedia untuk membantu UEA di skema lain.

Permintaan UEA mengenai currency swap ini mengejutkan sejumlah analis. Pasalnya, UEA negara kaya minyak dan mempunyai biaya nan fantastis.

Otoritas Investasi Abu Dhabi, biaya kekayaan negara terbesar di UEA, mempunyai aset sekitar US$1 triliun. Otoritas juga diperkirakan punya persediaan sebesar US270 miliar berkah ekspor minyaknya.

Brad Setser, mantan ahli ekonomi Kementerian Keuangan AS nan sekarang bekerja di Council on Foreign Relations, mengatakan bahwa permintaan UEA "agak aneh" mengingat kekayaan bank sentralnya dan besarnya biaya kekayaan negara nan dimilikinya.

Dia memperkirakan pemerintahan Trump kemungkinan besar tidak bakal memenuhi permintaan tersebut.

"Tidak ada nan secara jelas berpendirian 'Amerika diutamakan' dalam pemberian support finansial kepada salah satu kerajaan minyak terkaya hanya agar mereka tidak perlu meminjam di pasar [atau] menjual aset," kata Setser.

Akan tetapi, Setser mengamini bahwa sebagian pihak di UEA tidak senang diminta menanggung beban finansial dari perang AS-Israel vs Iran.

UEA telah menjadi sasaran ribuan rudal balistik dan drone Iran selama perang pecah. Perang tersebut merusak daya tarik Dubai dan memperlambat ekspor minyak Abu Dhabi.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional