Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak menjawab bagaimana nasib gencatan senjata dengan Iran, usai negosiasi tenteram terus buntu dan kedua negara terlibat eskalasi ketegangan baru di Selat Hormuz.
Dalam wawancara ke media, Trump enggan memberi jawaban jelas saat ditanya apakah gencatan senjata AS-Iran nan diterapkan sejak 8 April sudah berakhir atau belum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yah, saya tidak bisa memberi tahu Anda itu," kata Trump kepada pembawa aktivitas radio konservatif Hugh Hewitt, seperti dikutip CNN, Senin (4/5).
"Jika saya menjawab pertanyaan tersebut, Anda bakal mengatakan laki-laki ini tidak cukup pandai untuk menjadi presiden," ujarnya lagi.
Gencatan senjata AS dan Iran di periode kehancuran setelah kedua negara saling tembak di Selat Hormuz. AS memblokade jalur dari dan ke pelabuhan Iran sebagai respons atas ditutupnya Selat Hormuz.
Iran menutup selat vital tersebut usai diserang AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Media pemerintah Iran baru-baru ini mengabarkan bahwa angkatan laut Teheran telah melepas tembakan peringatan ke arah kapal perang AS di selat itu.
Sementara itu, menurut keterangan Trump, pasukan AS sukses menembak tujuh kapal mini militer Iran, dengan enam di antaranya sukses dihancurkan.
Saat wawancara dengan Fox News pada Senin, Trump memperingatkan Iran bahwa mereka bakal "dihancurkan dari muka bumi" jika mencoba menargetkan kapal-kapal AS di selat alias Teluk Persia.
Trump sebelum ini mengumumkan rencana mau mengawal kapal-kapal tanker minyak milik negara netral keluar dari Selat Hormuz. Rencana ini ditentang keras Iran lantaran dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·