Presiden Taiwan 'bela Diri' Usai Ke Afrika: Hak Dasar Setiap Negara

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Lai Ching Te menegaskan Taiwan berkuasa berinteraksi dengan negara-negara di dunia. Hal ini dilontarkan Lai setelah menyelesaikan kunjungannya ke Eswatini, Afrika. 

Lai tiba di Taiwan menggunakan pesawat raja Eswatini pada Selasa (5/5). Dia juga berangkat menggunakan pesawat nan sama.

"Rakyat Taiwan adalah penduduk dunia; rakyat Taiwan berkuasa untuk berinteraksi dengan dunia," kata Lai, dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tak bakal mundur lantaran penindasan," imbuhnya. 

Lai juga menekankan bahwa kunjungan timbal kembali antar kepala negara semestinya jadi perihal biasa, seperti saat berjamu ke teman.

"Dan merupakan kewenangan dasar setiap negara," ucap dia.

Lai berjamu ke Eswatini pada 2 Mei untuk memperkuat kerja sama kedua pihak itu. Negara tersebut adalah satu-satunya negara di Afrika nan mengakui secara resmi Taiwan.

Presiden Taiwan itu mulanya dijadwalkan ke Eswatini pada 22 hingga 26 April dalam rangka memperingati ulang tahun kenaikan takhta Raja Mswati III dan ulang tahun dia ke-58. Namun, lantaran beragam perihal kunjungan itu tertunda dan hanya diwakili Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia Lung.

Menanggapi kunjungan Lai ke negara di Afrika itu, Kementerian Luar Negeri China menuduh Presiden Taiwan ini melakukan sandiwara pelarian "ala penumpang gelap" dan jadi bahan tertawaan organisasi internasional.

China kerap murka dengan kunjungan pejabat Taiwan ke luar negeri, alias pejabat asing ke pulau tersebut. Pemerintahan nan berbasis di Beijing menilai lawatan semacam itu merupakan support untuk Taiwan melepas diri dari China.

China berulang kali menegaskan tak bakal membiarkan Taiwan lepas dan bakal menggunakan segala langkah termasuk paksaan jika perlu untuk mempertahankan pulau tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan menunjukkan upaya keras untuk memisahkan diri dari China termasuk kunjungan ke Eswatini.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional