Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara Arab dan Eropa ramai-ramai mengecam Iran buntut serangan pesawat nirawak (drone) di akomodasi daya Uni Emirat Arab (UEA) di Fujairah.
UEA melaporkan Zona Industri Minyak Fujairah kebakaran setelah dihantam drone nan disebut diluncurkan dari Iran. Serangan itu mengakibatkan tiga penduduk negara India terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar menyampaikan kutukan keras terhadap serangan tersebut nan menargetkan letak serta akomodasi sipil.
"Qatar mengutuk keras serangan Iran nan kembali terjadi dan menargetkan letak serta akomodasi sipil di negara sahabat UEA menggunakan rudal dan drone nan mengakibatkan tiga penduduk negara India terluka," demikian pernyataan Kemlu Qatar, seperti dikutip Anadolu Agency.
Kemlu Qatar menyebut serangan ini "pelanggaran blak-blakan terhadap kedaulatan UEA serta ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan."
Kemlu Mesir juga mengutuk keras serangan udara ini dan menyampaikan solidaritas penuh kepada rakyat UEA.
Kemlu Mesir memperingatkan serangan rudal dan drone ini bisa menimbulkan "dampak nan sangat berbahaya" nan dapat menghalang upaya untuk meredakan ketegangan. Kemlu Mesir juga menyebut serangan ini melanggar prinsip-prinsip norma internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Mesir mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan Iran nan dilancarkan menggunakan rudal dan drone nan menargetkan wilayah Uni Emirat Arab," demikian pernyataan Kemlu Mesir.
Kementerian Pertahanan UEA sebelumnya melaporkan gelombang keempat rudal dan drone nan menghantam wilayah Abu Dhabi. Dalam serangan terbaru ini, UEA mengaku sukses mencegat 15 rudal dan empat drone.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Al Safadi juga menyampaikan kutukan keras kepada Iran saat menelepon Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdulla bin Zayed Al Nahyan.
Senada, Kemlu Arab Saudi juga menyampaikan kecamannya dan solidaritasnya terhadap UEA.
"Kemlu Saudi menyampaikan kecaman dan penolakan sekeras-kerasnya terhadap serangan Iran, nan menggunakan rudal dan drone, terhadap akomodasi sipil dan ekonomi di Uni Emirat Arab, serta sebuah kapal milik perusahaan Emirat," demikian pernyataan Kemlu Saudi.
"Kami mendesak Iran untuk menghentikan serangan-serangan ini, mematuhi prinsip-prinsip norma internasional, dan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nan relevan, serta juga menghormati prinsip-prinsip bertetangga nan baik," demikian pernyataan Kemlu Saudi.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga mengutuk serangan udara ini.
"Serangan-serangan ini tidak bisa diterima dan merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan norma internasional," kata von der Leyen di media sosial X.
"Kami bakal terus bekerja sama erat dengan mitra kami dalam upaya de-eskalasi dan penyelesaian diplomatik guna mengakhiri tindakan sadis rezim Iran," lanjutnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menggambarkan serangan ke UEA ini sebagai tindakan "tidak berdasar dan tidak dapat diterima".
Macron lantas menyerukan solusi jangka panjang melalui pembukaan Selat Hormuz serta mendorong dibuatnya perjanjian kuat nan memberikan agunan keamanan terhadap negara-negara di kawasan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengutuk serangan tersebut dan mendesak Iran terlibat dalam diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga menyampaikan di media sosial solidaritasnya terhadap rakyat UEA.
"Kami berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Uni Emirat Arab dan memuji upaya pertahanan untuk melindungi penduduk sipil dan prasarana sipil," tulis Carney.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·