Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap memblokade Selat Hormuz saat mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
Dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Rabu (22/4), Trump mengatakan militer AS tetap pada posisinya di selat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami diminta menunda serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka bisa mengusulkan proposal nan terpadu," tulis Trump.
Dia kemudian melanjutkan, "Oleh lantaran itu, saya sudah menginstruksikan Militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala perihal lainnya, tetap siap dan mampu."
Tak hanya itu, Menteri Keuangan Scott Bessent turut menggemakan perintah Trump dengan membekukan aset Iran.
"Kementerian Keuangan AS bakal terus menerapkan tekanan maksimum melalui Kemarahan Ekonomi untuk secara sistematis menurunkan keahlian Teheran dalam menghasilkan, memindahkan, dan memulangkan dana," kata Bessent di X pada Rabu.
Dalam beberapa hari, penyimpanan di Pulau Kharg, kata dia, bakal penuh dan sumur-sumur minyak Iran bakal ditutup. Pembatasan perdagangan maritim Iran secara langsung menargetkan jalur pendapatan utama negara ini.
Lebih lanjut, Bessent mengatakan siapa pun alias kapal apa pun nan memfasilitasi aliran biaya ini-melalui perdagangan dan pembiayaan terselubung-berisiko terkena hukuman AS.
"Kami terus membekukan biaya nan dicuri kepemimpinan korup atas nama rakyat Iran," ujar dia.
Iran sementara itu menganggap perpanjangan gencatan senjata tak ada artinya dan sudah bersiap-siap jika suatu waktu AS melakukan serangan dadakan.
Teheran bahkan menuding perpanjangan gencatan senjata hanya tipu daya AS untuk mengulur waktu demi melancarkan serangan dadakan.
"Pasukan kita nan ocehan dan kuat telah lama berada dalam keadaan siaga 100 persen dan siap serta siaga untuk bertindak," kata ahli bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran Ebrahim Zolfaghari.
Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi juga menilai blokade laut hingga penyitaan kapal nan dilakukan AS sama saja dengan bertempur meski ada perpanjangan gencatan senjata.
"Pihak nan kalah tidak bisa mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pengeboman dan kudu dibalas dengan respons militer," ujar Mohammadi dalam unggahan di X.
Trump mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata sampai pemisah waktu nan tak ditentukan usai didesak mediator Pakistan.
Namun, dia tak memberi rincian kapan perpanjangan gencatan ini mulai berlaku.
Gencatan senjata pertama Iran berjalan selama dua pekan nan dimulai 7 April. Artinya, pemisah waktu kesepakatan tersebht hanya sampai 21 April.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·