Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak percaya bahwa pelaku penembakan di Gala Dinner nan dihadirinya mengenai dengan Iran.
Aksi penembakan tersebut terjadi saat Trump menggelar Gala Dinner berbareng Media di Washington DC. Satu petugas terkena tembakan nan dilakukan oleh tersangka Cole Thomas Allen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang petugas tertembak, tetapi selamat lantaran dia mengenakan rompi anti peluru nan sangat bagus," kata Trump seperti dikutip dari Anadolu Agency.
"Ia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata nan sangat kuat, dan rompi itu sukses melindunginya. Saya baru saja berbincang dengan petugas itu, dan dia baik-baik saja. Kondisinya sangat bagus," Trump melanjutkan pertanyaannya dalam konvensi pers.
Saat ditanya wartawan penembakan tersebut mengenai perang AS dan Israel dengan Iran, Trump ragu perihal itu ada hubungannya.
"Saya pikir tidak. Tapi Anda tidak bakal pernah tahu," tutur Trump.
Tersangka penembakan diidentifikasi berjulukan Cole Tomas Allen. Pria berumur 31 tahun berasal Torrance, California, ditangkap di tempat kejadian di Washington DC.
Trump sebelumnya menyampaikan mengenai manifesto tersangka penembakan.
"Ketika Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen," kata Trump dalam wawancara Fox News.
Manifesto tersebut dikirim ke personil family Allen tak lama sebelum serangan. Di dalamnya, tersangka mengakui dirinya sebagai "Pembunuh Federal nan Ramah".
"Menolak untuk melakukan dosa ketika 'orang lain' ditindas bukanlah perilaku Kristen; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas," demikian isi manifesto tersebut.
Dilansir Reuters, sasaran nan dicantumkan dalam manifesto tersebut termasuk pejabat pemerintah AS nan diprioritaskan dari ranking tertinggi hingga terendah.
Manifesto itu juga mengejek kurangnya keamanan di Washington Hilton, tempat makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih nan menjadi sasaran penembakan.
"Seperti, satu perihal nan langsung saya perhatikan saat masuk hotel adalah rasa arogansi. Saya masuk dengan beberapa senjata dan tidak seorang pun di sana mempertimbangkan kemungkinan bahwa saya bisa menjadi ancaman," kata dia.
(bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·