Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang nan telah berjalan selama dua bulan.
Proposal terbaru Iran disebut mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklirnya ditunda sampai perang berhujung dan sengketa pelayaran di Teluk Persia terselesaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, menurut seorang pejabat AS, usulan tersebut kecil kemungkinan bakal diterima Washington, karena Trump menegaskan rumor nuklir kudu dibahas sejak awal.
Seorang pejabat AS nan mengetahui hasil pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin (27/4) mengatakan Trump tidak senang dengan proposal Iran lantaran argumen tersebut.
Hal ini meredupkan angan perang AS-Iran nan telah berjalan sejak 28 Februari lampau hingga mengganggu pasokan energi, memicu inflasi, dan menewaskan ribuan orang bakal segera berakhir.
Dikutip Reuters, ahli bicara Gedung Putih Olivia Wales mengatakan AS "tidak bakal bermusyawarah melalui media" dan bahwa pemerintah Trump "telah menjelaskan garis merah kami" dalam upaya mengakhiri perang melawan Iran.
Kesepakatan sebelumnya pada 2015 antara Iran dan sejumlah negara, termasuk AS, alias JCPOA sempat membatasi secara signifikan program nuklir Iran, nan selama ini diklaim Teheran untuk tujuan tenteram dan sipil.
Namun, perjanjian itu runtuh setelah Trump secara sepihak menarik AS keluar saat masa kedudukan pertamanya.
Isi proposal usulan Iran
Harapan menghidupkan kembali proses perdamaian semakin memudar setelah Trump membatalkan kunjungan utusan khususnya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner ke Islamabad pada akhir pekan lalu. Di ibu kota Pakistan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi beberapa kali datang dan pergi sepanjang akhir pekan.
Araghchi juga sempat mengunjungi Oman hingga Rusia, di mana dia berjumpa Presiden Vladimir Putin dan memperoleh support dari sekutu lama Iran tersebut mengenai perang ini.
Araghchi mengatakan kepada wartawan di Rusia bahwa Trump yang mengupayakan agar negosiasi tercapai lantaran AS belum sukses mencapai tujuan apa pun dalam perangnya di Iran.
Sejumlah pejabat senior Iran nan berbincang kepada Reuters secara anonim mengatakan proposal nan dibawa Araghchi ke Islamabad akhir pekan lampau mengusulkan pembicaraan bertahap, dengan rumor nuklir disisihkan pada tahap awal.
Langkah pertama adalah menghentikan perang AS-Israel terhadap Iran serta memberikan agunan bahwa AS tidak bisa memulai pertempuran kembali.
Setelah itu, para perunding bakal membahas blokade Angkatan Laut AS terhadap perdagangan laut Iran dan masa depan Selat Hormuz. Dalam proposal itu, Teheran tetap mau mempertahankan kontrolnya atas Selat Hormuz.
Baru setelah itu pembahasan bakal bersambung ke rumor lain, termasuk sengketa lama mengenai program nuklir Iran, di mana Teheran tetap menuntut pengakuan dari AS atas haknya memperkaya uranium.
(rds/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·