Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump mengatakan Iran bisa menghubungi Amerika Serikat via telepon untuk membahas negosiasi tenteram lanjutan demi mengakhiri perang.
Trump menyampaikan perihal tersebut saat wawancara dengan media Fox News dalam program Sunday Briefing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika mereka mau berbicara, mereka bisa datang kepada kami, alias mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami punya saluran telepon nan bagus dan aman," kata Trump, diikuti Reuters, Minggu (26/4).
Trump lampau menegaskan tuntutan AS nan mau Iran menghentikan seluruh program nuklir. Namun dorongan ini ditolak Teheran.
"Mereka tahu apa nan kudu ada dalam perjanjian. Sangat sederhana: mereka tak boleh punya senjata nuklir, jika tidak, tidak ada argumen untuk bertemu," kata dia.
AS dan Iran semestinya menggelar negosiasi putaran kedua pekan lampau sebelum masa gencatan senjata pertama habis. Gencatan dua pekan itu berjalan pada 7 hingga 22 April.
Setelah masa gencatan habis, atas permintaan Pakistan selaku mediator, AS mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa memberi tahu berapa lama alias kapan dimulai.
Delegasi AS beberapa kali nyaris berangkat ke Pakistan nan menjadi pihak mediator. Namun, mereka akhirnya batal terbang ke negara Asia ini.
Iran juga dengan tegas menolak negosiasi nan berjalan di bawah tekanan alias ancaman. Menurut mereka, pihak nan terlibat kudu bicara setara dan merasa aman.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berkunjung ke tiga negara sekaligus, Pakistan, Oman dan Rusia.
"Memulai kunjungan di waktu nan tepat ke Islamabad, Muscat, dan Moskow," kata dia di X.
Araghchi juga berujar, "Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami mengenai masalah bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional."
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·