Trump Pesimistis Gencatan As-iran Diperpanjang, Sinyal Perang Lanjut?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan mini kemungkinan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran nan sudah berjalan sejak 8 April lampau bakal diperpanjang.

Trump mengatakan gencatan senjata bakal resmi berhujung pada "Rabu (22/4) malam waktu Washington", namun "sangat mini kemungkinan" dirinya bakal memperpanjang gencatan senjata jika tidak tercapai kesepakatan dengan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat mini kemungkinan saya bakal memperpanjangnya," kata Trump kepada Bloomberg dalam wawancara via telepon seperti dikutip CNN.

"Saya tidak bakal terburu-buru membikin kesepakatan buruk. Kita punya banyak waktu," ujar Trump dalam wawancara tersebut menambahkan.

Trump juga menegaskan peperangan bakal kembali terjadi jika tidak ada kesepakatan nan disetujui AS-Iran setelah masa gencatan senjata berakhir.

"Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu memperkirakan itu (perang) bakal terjadi," ujar Trump saat ditanya apakah dia memperkirakan pertempuran bakal langsung kembali pecah jika tidak ada kesepakatan.

Sebelumnya, Trump beberapa kali berubah sikap soal kemungkinan memperpanjang gencatan senjata. Dalam satu sesi tanya jawab dengan wartawan pekan lalu, dia ditanya lima kali mengenai perihal itu dan memberikan tiga jawaban berbeda.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Negosiator Iran sekaligus Ketua Parlemen Mohammad Ghalibaf menilai Presiden Trump tak betul-betul beriktikad menggelar perundingan tenteram demi mengakhiri perang nan telah berjalan sejak 28 Februari.

Menurut Ghalibaf, Trump bukan mencari jalan tengah tapi seenaknya menjadikan meja perundingan sarana untuk memenuhi seluruh kepentingan AS.

"Trump, dengan menerapkan blokade dan melanggar gencatan senjata, berupaya mengubah meja perundingan ini dalam imajinasinya sendiri menjadi meja penyerahan diri alias sebagai pembenaran untuk kembali menyalakan perang," ujar Ghalibaf dalam unggahannya di X, Senin (20/4).

"Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua pekan terakhir kami telah bersiap membuka kartu-kartu baru di medan perang," tulisnya menutup pernyataan tersebut.

Sementara itu, sumber CNN menyebut delegasi AS sudah terbang menuju Islamabad untuk melanjutkan negosiasi.

Dikutip Al Jazeera, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance sebagai pemimpin delegasi negosiator bakal tiba di Islamabad pada Selasa (21/4). Vance bakal didampingi Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan "untuk saat ini" belum berencana kembali berkompromi dengan AS.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional