Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump mengeluh China semestinya bisa mengambil peran lebih besar lagi membantu menangani perang Amerika Serikat vs Iran.
Meski mengaku "tidak terlalu kecewa" dengan posisi China saat ini mengenai perang di Timur Tengah, Trump menilai pemerintahan Presiden Xi Jinping bisa "lebih banyak membantu" menyusul Teheran nan tak kunjung melunak pada tuntutan AS.
"Saya tidak berpikir banyak. Saya pikir mungkin (China) membantu (soal Iran), tapi saya pikir tidak banyak nan bisa mereka (China) lakukan, kata Trump kepada Fox News ketika ditanya soal keterlibatan China dalam perang AS-Iran, seperti dikutip Anadolu Agency, Minggu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (Cina) bisa saja membantu lebih banyak lagi. Saya tidak terlalu kecewa," paparnya menambahkan.
Itu dikatakan Trump ketika China merupakan salah satu sekutu terdekat Iran selain Rusia. Selain itu, saat ini, AS-Iran juga tetap belum sepakat untuk melanjutkan perundingan putaran dua nan dimediasi Pakistan.
Kedua negara menganggap masing-masing melayangkan tuntutan nan tidak masuk logika demi melanjutkan perundingan tenteram dan mengakhiri perang nan sudah berkecamuk sejak 28 Februari lampau ini di Timur Tengah.
Dikutip Middle East Eye, Trump apalagi membandingkan peran China, sekutu Iran, dalam perang ini dengan support AS terhadap sekutu-sekutu Negeri Paman Sam dalam bentrok lain.
Trump membandingkan support AS terhadap Ukraina nan hingga hari ini tetap menghadapi invasi Rusia.
Dalam kesempatan itu, Trump mengaku tidak menganggap China "sangat buruk" lantaran tak berupaya membantu Iran lebih banyak lagi, meski sadar AS kerap ikut kombinasi dalam konflik-konflik negara lain.
Trump dijadwalkan melawat ke Beijing, China, pada 14-15 Mei kelak untuk berjumpa Xi Jinping. Ini bakal menjadi kunjungan pertama Presiden AS ke China dalam nyaris satu dekade.
Pertemuan presiden dua negara adikuasa ini berjalan untuk mendiskusikan perdagangan, stabilitas, dan situasi geopolitik global.
Xi dan Trump semula dijadwalkan berjumpa pada Maret, namun ditunda imbas perang AS dengan Iran pecah pada 28 Februari.
Dikutip Reuters, Trump merasa pede gejolak pasar minyak dunia akibat perang AS-Iran maupun situasi AS-Venezuela bakal memengaruhi rencana pertemuannya dengan Xi Jinping bulan depan.
"Dia adalah seseorang nan memerlukan minyak. Kami tidak," ujar Trump.
(rds/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·