Trump Akan Temui Pemimpin Iran Jika Negosiasi Mulus

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersedia berjumpa langsung dengan para pemimpin senior Iran andaikan perundingan tenteram melangkah mulus.

Dalam pernyataan kepada The New York Post pada Senin (20/4), Trump mengaku tak keberatan untuk terjun langsung ke perundingan selama pembicaraan tersebut melangkah baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak masalah berjumpa dengan mereka, jika mereka mau bertemu. Kami mempunyai beberapa orang nan sangat cakap, tapi saya tidak masalah berjumpa dengan mereka," kata Trump.

Kesediaan Trump duduk berbareng Iran menggarisbawahi urgensi negosiasi tenteram AS-Iran, nan sejenak lagi lenyap waktu lantaran masa gencatan senjata nan disepakati kedua negara bakal selesai pada Rabu (22/4) waktu Washington.

Trump sudah memberi isyarat bahwa Iran kudu duduk di meja perundingan jika tak mau kembali diserang. Iran sementara itu belum memberikan pernyataan mengenai kelanjutan putaran kedua setelah negosiasi putaran pertama kandas mencapai mufakat di Pakistan.

"Kita semestinya mengadakan pembicaraan. Saat ini tidak ada nan sedang main-main," ucap Trump.

Trump mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance bakal kembali memimpin delegasi Washington di putaran kedua. Vance bakal ditemani utusan unik Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, untuk berkompromi kembali di Islamabad.

"Mereka sedang menuju ke sana sekarang," kata Trump.

Saat ditanya mengenai nasib gencatan senjata, Trump menegaskan bahwa penghentian perang "sangat tidak mungkin" diperpanjang.

Ia berujar pertempuran kemungkinan bakal bersambung jika tidak ada kesepakatan nan tercapai di putaran kedua.

Menurut Trump, Iran mesti menyetujui tuntutan utama AS dalam negosiasi ini, ialah berakhir berupaya mengembangkan senjata nuklir.

"Singkirkan senjata nuklir mereka. Itu sangat sederhana," ucapnya.

Trump menuturkan Iran padahal punya potensi untuk berkembang jika mereka mengakhiri program nuklir. Namun, dia menolak menjelaskan akibat apa nan mungkin dihadapi Teheran andaikan menolak mematuhi permintaan AS.

"Saya tidak mau membahas itu dengan Anda. Anda bisa bayangkan. Itu tidak bakal menyenangkan," kata Trump.

Trump sebelumnya menakut-nakuti bakal menghancurkan semua jembatan dan pembangkit listrik Iran jika rezim Teheran ogah menyetujui kesepakatan damai.

Dalam pernyataan terbaru pada Senin, ia kembali menebar ancamannya bahwa bakal ada banyak peledak nan meledak di Iran jika negosiasi kedua lagi-lagi gagal.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan tidak ada rencana bagi Teheran untuk datang ke perundingan di Islamabad.

Namun, menurut dua pejabat senior Iran nan bicara kepada The New York Times, delegasi Teheran berencana terbang ke Islamabad pada Selasa (21/4) untuk bicara dengan Washington.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional