Jakarta, CNN Indonesia --
Israel dilaporkan mengirim sistem pertahanan udara berbasis laser ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk membantu Abu Dhabi mencegat serangan Iran.
Financial Times melaporkan sistem laser Iron Beam dikirim ke UEA saat perang Amerika Serikat-Israel vs Iran meletus akhir Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Irom Beam, Tel Aviv juga memasok sistem pengawasan canggih nan dikenal sebagai Spectro untuk membantu Abu Dhabi mendeteksi drone Iran dari jarak hingga 20 kilometer.
Menurut sumber nan mengetahui masalah tersebut, Israel juga mengirim sistem senjata tambahan nan tidak disebutkan jenisnya ke UEA.
"Jumlah pasukan nan dikerahkan di lapangan tidak sedikit," kata sumber tersebut.
Selain persenjataan, Tel Aviv apalagi memberikan info intelijen secara real-time ke UEA mengenai peluncuran rudal dari Iran.
Bantuan-bantuan dari Israel ini menandai perkembangan signifikan dalam kerja sama keamanan kedua negara sejak meneken Abraham Accords.
Israel dan UEA menjalin hubungan diplomatik, ekonomi, dan keamanan pada 2020 di bawah kerangka Abraham Accords. Ini merupakan kesepakatan nan diinisiasi Presiden AS Donald Trump nan sebagian berangkat dari ancaman Iran di Timur Tengah.
Sumber nan mengetahui pengiriman support ini mengatakan kepada Financial Times bahwa beragam senjata nan dikirim Israel ke UEA berupa prototipe alias belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem Israel sendiri.
Hal ini disebut dilakukan guna mengimbangi laju perang nan cepat.
Melansir The Times of Israel, Iron Beam merupakan sistem intersepsi laser berkekuatan tinggi nan baru-baru ini diintegrasikan ke dalam jejeran pertahanan militer Israel. Sistem ini pertama kali masuk militer Israel pada Desember 2025.
Sistem ini dikembangkan selama lebih dari satu dasawarsa setelah pertama kali diperkenalkan pada 2014. Iron Beam mulai dioperasikan pada September setelah pengembangan dan uji cobanya rampung.
Di Israel, Iron Beam ditujukan melengkapi dan mendukung Iron Dome serta sistem pertahanan udara lain dalam menghadapi serangan udara. Sistem ini menembak jatuh proyektil berukuran mini dan membiarkan proyektil nan lebih besar ditangani oleh David Sling dan Arrow.
Para pejabat menyebut sistem ini "game-changer" dalam pertempuran melawan proyektil. Selama ada sumber daya konstan untuk laser, tidak ada akibat sistem lenyap amunisi.
Menurut laporan Axios awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pengerahan Iron Dome dan sistem lainnya setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Sejak perang pecah pada 28 Februari, para pejabat Israel dan UEA mengaku telah berkoordinasi erat baik secara militer maupun politik.
Menurut Kementerian Pertahanan UEA, Iran menembakkan sekitar 550 rudal balistik dan rudal jelajah ke Abu Dhabi selama 28 Februari hingga 8 April. Sebanyak 2.200 drone juga diluncurkan dalam periode nan sama.
Meskipun sebagian besar proyektil sukses dicegat, beberapa di antaranya mengenai sasaran militer dan sipil. Hal ini nan mendorong Abu Dhabi meminta support ke sekutu, termasuk Israel.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·