Telur Omega-3 Bukan Dari Jenis Ayam Berbeda, Kok Bisa Kandungan Nutrisinya Tak Sama?

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

Pilihan telur nan tersedia di pasaran sekarang semakin beragam. Selain telur ayam nan umum dikonsumsi sehari-hari, konsumen juga bisa menemukan telur dengan beragam klaim nutrisi, salah satunya telur omega-3.

Produk ini banyak dijual di supermarket maupun platform shopping online. Dibandingkan telur biasa, telur omega-3 umumnya dibanderol dengan nilai nan lebih tinggi dan dilengkapi info kandungan gizi tertentu pada kemasannya.

Perbedaan tersebut kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan konsumen. Apakah perbedaannya terletak pada jenis ayam nan menghasilkan telur, langkah pemeliharaannya, alias aspek lain nan tidak terlihat dari luar?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Telur Omega-3 Berasal dari Jenis Ayam nan Sama

Jawabannya tidak. Telur omega-3 dan telur biasa sama-sama berasal dari ayam petelur. Perbedaan utamanya terletak pada pakan nan diberikan kepada ayam tersebut.

Dikutip dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang Kementerian Pertanian, telur nan mengandung omega-3 dihasilkan dari ayam nan diberi pakan mengandung sumber omega-3, misalnya minyak ikan. Omega-3 sendiri merupakan golongan masam lemak tak jenuh nan dibutuhkan tubuh. Nutrisi ini banyak dikaitkan dengan kesehatan jantung, kegunaan otak, serta beragam proses krusial lainnya di dalam tubuh.

Temuan ini juga didukung oleh ulasan nan diterbitkan dalam jurnal Poultry Science pada 2023 berjudul A Review of Recent Studies on the Enrichment of Eggs and Poultry Meat with Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids: Novel Findings and Unanswered Questions.

Dalam ulasan tersebut, peneliti menjelaskan bahwa kandungan masam lemak omega-3 pada telur dapat ditingkatkan melalui modifikasi pakan ayam petelur. Berbagai sumber nan digunakan antara lain minyak ikan, biji rami (flaxseed), hingga mikroalga.

Ketika ayam mengonsumsi pakan nan kaya omega-3, sebagian kandungan nutrisi tersebut bakal tersimpan dalam telur nan dihasilkan. Inilah nan membikin kadar omega-3 pada telur menjadi lebih tinggi dibanding telur biasa.

Selain Pakannya, Apa Bedanya dengan Telur Biasa?

Karena berasal dari ayam nan mendapat pakan kaya omega-3, telur omega-3 umumnya mempunyai kandungan masam lemak omega-3 nan lebih tinggi dibanding telur biasa. Penggunaan pakan unik ini juga menjadi salah satu argumen kenapa nilai telur omega-3 condong lebih mahal di pasaran.

Meski demikian, warna cangkang telur tidak dapat digunakan untuk membedakan telur omega-3 dan telur biasa. Warna cangkang lebih dipengaruhi oleh aspek genetik alias ras ayam, bukan kandungan gizinya. Dari sisi penggunaan, keduanya juga dapat diolah dengan langkah nan sama, baik direbus, diceplok, dibuat orak-arik, maupun digunakan dalam beragam masakan.

Hal menarik lainnya adalah penggunaan label "omega-3" pada bungkusan rupanya tidak bisa dicantumkan sembarangan. Dikutip dari Badan Pangan Nasional, produk nan menggunakan klaim "Mengandung Omega 3" kudu mencantumkan jumlah omega-3 pada label serta info nilai gizi tertentu.

Sementara itu, BPOM mengatur pengawasan klaim pada label dan iklan pangan olahan melalui Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022. Dalam patokan tersebut, omega-3 termasuk unsur gizi nan dapat menjadi dasar pencantuman klaim gizi pada pangan. Untuk klaim komparasi seperti "lebih tinggi", "diperkaya", alias sejenisnya, kandungan unsur gizi nan diklaim kudu meningkat sedikitnya 25 persen dibanding produk pembanding.

Dengan demikian, label omega-3 pada bungkusan pangan tidak dapat digunakan sembarangan, melainkan kudu memenuhi ketentuan nan telah ditetapkan.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)

Sumber detik-health