Jakarta, CNN Indonesia --
Pakistan kembali meluncurkan serangan udara ke negara tetangganya Afghanistan di tengah kesibukan mereka menjadi mediator perang Amerika Serikat vs Iran.
Direktur Kesehatan Masyarakat Provinsi Asadbad Afghanistan Muzaffar Mukhlis mengatakan serangan militer Pakistan menewaskan tujuh orang dan puluhan lainnya terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Sebanyak] 85 orang terluka dan tujuh jenazah sudah dibawa [dari wilayah perbatasan]," kata Mukhlis, dikutip AFP.
Dia lampau berujar, "Semua korban merupakan penduduk sipil."
Salah satu family korban, Zmarai Kunari, mengatakan kerabatnya tewas dan nan lain terluka.
"Ini kerabat saya. Dia terluka dalam penembakan, dia pergi menjemput pamannya," ujar Kunari.
Kekerasan terbaru berjalan di tengah pertempuran sengit di sepanjang perbatasan Afghanistan dan Pakistan tahun ini.
Pakistan berulang kali menuduh golongan Tehreek e Taliban beraksi dari Afghanistan untuk menyerang negara tersebut. Namun, Kabul membantahnya.
Kepala info di Afghanistan, Najibullah Hanif, mengatakan tembakan mortir dan serangan udara Pakistan menghantam tiga distrik serta Asadabad.
Serangan udara Pakistan juga menghantam kota-kota lain di Afghanistan termasuk Kabul.
Pakistan dan Afghanistan sempat gencatan senjata pada Maret lampau usai dimediasi China. Namun, penduduk Afghanistan kerap melaporkan serangan alias kekerasan nan dialami.
Serangan udara itu juga terjadi saat Pakistan menjadi mediator perang AS-Iran. Saat ini, mereka tengah mengupayakan putaran kedua usai negosiasi pertama berhujung buntu.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·