Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (24/4) lampau mengumumkan bahwa dirinya tengah menjalani perawatan lantaran mengidap kanker prostat.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengaku menunda pengumuman laporan medis tahunannya ke publik selama dua bulan, agar tidak digunakan sebagai propaganda oleh Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pemeriksaan terbaru, Netanyahu mengungkap bahwa master telah menemukan tumor galak di prostatnya, dengan ukuran kurang dari satu sentimeter.
Lantas seberapa parah kanker prostat nan dialami pemimpin terlama dalam sejarah Israel ini?
Dilansir CNN, instansi Netanyahu merilis dua surat dari master untuk menyertai pengungkapan soal kanker nan diterima perdana menteri.
"Ini adalah penemuan awal lesi nan sangat kecil, tanpa metastasis, seperti nan dikonfirmasi oleh semua tes lain tanpa keraguan," demikian pernyataan di salah satu surat tersebut.
Tak diketahui kapan terakhir kali pemeriksaan dilakukan, namun seorang sumber mengatakan kanker itu didiagnosis beberapa bulan lalu.
Kemudian menurut sumber itu, Netanyahu mulai menjalani terapi radiasi sekitar dua separuh bulan nan lalu, dan baru-baru ini telah menyelesaikan perawatannya.
Netanyahu mengeklaim dia membikin keputusan untuk menjalani terapi radiasi terarah, dan "bintik itu lenyap sepenuhnya".
"Syukurlah, saya sehat. Saya mengalami masalah medis mini dengan prostat saya, nan sepenuhnya telah diobati," ujarnya.
Netanyahu telah menjalani beberapa kali operasi medis selama masa jabatannya.
Pada Juli 2023, dia dipasangi perangkat pacu jantung setelah dirawat di rumah sakit. Seminggu sebelumnya, dia juga sempat pingsan, meski kantornya hanya menyatakan Netanyahu mengalami pusing.
Pada Maret 2024, Netanyahu menjalani operasi untuk mengobati hernia. Di Desember 2024, dia juga menjalani operasi lantaran mengalami pembesaran prostat.
(dna)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·