Perundingan Damai As-iran Belum Pasti, Harga Minyak Mendidih Lagi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) naik. Hal itu dikarenakan ketidakpastian atas perundingan perdamaian dengan Iran dan tetap tertutupnya Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 59 sen alias 0,7% menjadi hingga US$ 90,70 per barel. Kontrak referensi tersebut naik 2,8% pada Selasa (21/4).

Presiden AS Donald Trump mengatakan bakal memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa pemisah waktu untuk memungkinkan kedua negara melanjutkan perundingan perdamaian. Tujuannya guna mengakhiri perang nan telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang perekonomian global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka (Iran) diajukan dan obrolan diselesaikan dengan satu alias lain cara," ucap Trump dikutip dari Reuters, Rabu (22/4/2026).

Pengumuman Trump itu tampaknya berkarakter sepihak dan belum jelas apakah Iran alias sekutu AS ialah Israel bakal setuju untuk memperpanjang gencatan senjata nan dimulai pada dua minggu lalu.

Apalagi Trump mengatakan bakal tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan dan pantai Iran, nan sama saja dianggap sebagai tindakan perang oleh para pemimpin Iran.

Tidak ada komentar langsung dari para pemimpin senior Iran. Hanya saja Kantor Berita Tasnim, nan berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran mengatakan Iran belum meminta perpanjangan gencatan senjata dan menakut-nakuti blokade AS dengan kekerasan.

Lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz nan biasanya menangani sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair global, sebagian besar tetap terhenti. Pada Selasa (21/4), hanya tiga kapal nan melewati jalur tersebut menurut info pengiriman.

(aid/ara)

Sumber finance