SAMPIT – Aktivitas panen massal diduga terlarangan di lahan sawit milik Gapoktanhut Bagendang Raya disebut telah berjalan sejak Selasa pekan lalu. Kegiatan tersebut diduga menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi pihak Gapoktanhut.
Ketua Poktan Buding Jaya, Aturiyadi, mengatakan aktivitas panen dilakukan secara terus-menerus dengan jumlah kendaraan pengangkut nan cukup banyak setiap harinya. Dari pantauan di lapangan, sedikitnya 41 unit pikap terlihat keluar masuk mengangkut buah sawit dari area perkebunan.
“Perkiraan kami dalam sehari buah nan dipanen bisa mencapai sekitar 100 ton. Kalau dihitung sejak Selasa pekan lalu, kerugian nan dialami Gapoktanhut sudah mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.
Ia menyebut aktivitas tersebut membikin pihak pengelola lahan merasa dirugikan lantaran buah sawit dipanen tanpa izin. Bahkan, pihaknya menduga ada oknum nan membawa senjata tajam saat berada di letak panen.
Sementara itu, Ketua Gapoktanhut Dadang mempertanyakan rencana pengerahan dan tindakan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Konflik Sosial (PKS)terhadap maraknya aktivitas pengangkutan buah sawit nan diduga berasal dari panen terlarangan tersebut.
“Kami mempertanyakan keberadaan dan tindakan Satgas PKS. Dengan banyaknya kendaraan nan keluar masuk membawa buah sawit, kenapa tidak ada penindakan,” ujarnya.
Menurut Dadang, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama nan diduga terlibat beserta bukti video aktivitas panen di lapangan. Ia menilai jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan dapat memicu bentrok dan gesekan antarwarga di letak perkebunan.
“Kami cemas bakal terjadi bentrok di lapangan andaikan tidak segera ada tindakan tegas. Karena itu kami bakal menggandeng lawyer dan menempuh jalur hukum atas kerugian nan dialami,” tegasnya.
Pihak Gapoktanhut meminta abdi negara penegak hukum dan pihak mengenai segera turun tangan melakukan penyelidikan agar aktivitas panen massal tersebut tidak terus berjalan dan menimbulkan persoalan nan lebih besar di kemudian hari.
(Jimmy)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·