Jakarta, CNN Indonesia --
Pakistan enggan mengakui Israel sebelum Palestina merdeka sebagai sebuah negara berdaulat menyusul pendudukan dan agresi pasukan Zionis itu sampai hari ini.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyampaikan pernyataan tersebut ke awak media di Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Jumat (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya bahwa kami tidak mengakui Israel, dan kami tidak bakal mengakui Israel sampai masalah Palestina terselesaikan," kata Zahid.
Dia juga berujar, "Kami selalu dan bakal terus memberikan support penuh diplomatik, politik, dan moral kepada rakyat Palestina."
Zahid turut menjelaskan Pakistan tak mengakui Israel lantaran perlakuan nan mereka berikan ke Palestina.
Lebih lanjut, dia meyakini perdamaian jangka panjang di Israel-Palestina hanya bisa tercapai melalui solusi dua negara.
Solusi dua negara merupakan kerangka nan disepakati organisasi internasional untuk menyelesaikan bentrok Israle-Palestina dengan mendirikan negara merdeka, saling mengakui, dan saling menghormati kedaulatan masing-masing.
"Baik Palestina maupun Israel perlu hidup dalam tenteram dan harmoni satu sama lain, tetapi perihal itu bisa dicapai melalui negara Palestina nan merdeka berasas perbatasan nan berdekatan sebelum tahun 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina," ucap Zahid.
Palestina menjadi perhatian bumi usai pasukan Israel meluncurkan agresi sadis ke negara tersebut pada Oktober 2023. Sejak saat itu, mereka menggempur penduduk dan objek sipil.
Imbas agresi Israel pula, lebih dari 73.000 penduduk di Palestina tewas, ratusan ribu rumah hancur, dan jutaan penduduk terpaksa menjadi pengungsi.
Di luar agresi, Israel juga menduduki wilayah Tepi Barat sejak lama dan terus memperluas pembangunan permukiman di sana.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·