Pakistan Ungkap Tantangan Terbesar Jadi Mediator As-iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan mengungkap tantangan jadi mediator Amerika Serikat dan Iran nan sempat perang beberapa bulan sejak akhir Februari.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyampaikan pernyataan itu ke awak media di Kedutaan Besar Pakistan, Jumat (26/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tantangan terbesar, tantangan utama adalah ketidakpercayaan antara Amerika Serikat dan Iran. Karena kita berbincang tentang dua negara nan sudah lama tidak berbincang satu sama lain dan tidak mempunyai komunikasi sama sekali," kata Zahid.

Zahid lampau menjelaskan tantangan selanjutnya adalah peran sejumlah pihak nan merusak upaya negosiasi, dan nan ketiga adalah membangun konsensus di antara negara-negara regional.

"Karena ini bukan hanya tentang AS dan Iran, semua negara di area ini juga merupakan pemangku kepentingan utama dalam proses perdamaian ini," ucap dia.

Lebih lanjut, Zahid mengatakan Pakistan sudah sukses memainkan peran tersebut dan melibatkan semua negara di Timur Tengah dan negara nan punya kepentingan di area tersebut.

"Kami sudah berbincang dengan China, sekali lagi negara nan sangat krusial untuk melibatkan mereka juga. Kami juga sudah berbincang dengan Iran, kami telah berbincang dengan AS," ujar dia.

Zahid mengatakan proses perdamaian itu terus bergerak maju dan negosiasi juga melangkah baik. Dia lampau berambisi upaya nan ditempuh Pakistan menghasilkan perdamaian kekal di Timur Tengah.

"Ini bakal menjadi proses nan sulit, saya tidak mengatakan itu bakal mudah, tetapi kami tetap berambisi bahwa melalui keterlibatan nan berkepanjangan dan upaya diplomatik nan berkelanjutan, kami bakal bisa mengamankan perdamaian di area ini. Dan bagi kami, itu tetap satu-satunya pilihan nan layak," ujar dia.

AS dan Israel menggempur Iran habis-habisan pada 28 Februari. Iran lampau membalas hingga menutup Selat Hormuz. Hari-hari setelah itu, mereka terus bertempur.

Kemudian pada pekan lalu, AS-Iran sepakat meneken nota kesepahaman (MOU) nan berisi penghentian perang hingga pembukaan Selat Hormuz.

Melalui MoU itu pula, mereka diberi waktu 60 hari untuk negosiasi dan betul-betul mengakhiri perang. Perundingan terbaru AS-Iran digelar di Burgenstok Swiss pada Minggu dan Senin. Negosiasi ini menghasilkan sejumlah poin seperti pembentukan komite kerja hingga pencairan biaya Iran nan dibekukan AS.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional