Jakarta, CNN Indonesia --
Tekanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mundur dari jabatannya makin meluas setelah kehadiran sang PM dalam aktivitas kelulusan wisuda perwira militer disambut protes pada Kamis (25/6).
Kehadiran Netanyahu dalam aktivitas itu disambut teriakan slogan-slogan anti-pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah peserta apalagi menyerukan agar Netanyahu mengundurkan diri saat sang PM menyampaikan pidato di aktivitas tersebut.
Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, teriakan tersebut pecah ketika Netanyahu berpidato dalam upacara kelulusan perwira tempur di pangkalan militer Bahad 1. Pangkalan itu menjadi pedoman sekolah pendidikan perwira Angkatan Bersenjata Israel (IDF).
Terlepas dari protes dan semboyan penentangnya, dalam pidatonya, Netanyahu menyatakan Israel saat ini "berada di puncak perang regional nan tetap berlangsung."
Dikutip Anadolu Agency, dia juga menyatakan Israel telah "berhasil mengubah patokan permainan di kawasan, mematahkan tembok ketakutan, dan membuktikan kekuatan cengkeraman besinya."
Aksi protes itu terjadi di tengah gelombang demonstrasi nan terus berjalan di sejumlah kota di Israel menentang pemerintahan Netanyahu.
Para demonstran menuntut digelarnya pemilu lebih awal serta menyalahkan pemerintah atas kegagalan menangani peristiwa 7 Oktober 2023 nan memicu agresi sadis Israel ke Jalur Gaza Palestina dan dampaknya.
Selain itu, para demonstran juga menekan Netanyahu soal perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran nan sekarang dicap merugikan Tel Aviv menyusul deal-dealan Washington-Teheran untuk mengakhiri pertempuran.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·