Netanyahu Janji Hukum Berat Tentara Yang Rusak Patung Yesus Di Lebanon

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji bakal menghukum keras prajurit nan merusak patung Yesus Kristus di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan di media sosial X pada Senin (20/4), Netanyahu mengatakan tindakan tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tersebut tidak bisa diterima dan pihaknya bakal menghukum tegas sang prajurit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya terkejut dan sedih mengetahui bahwa seorang tentara IDF merusak ikon keagamaan Katolik di Lebanon selatan," kata Netanyahu.

"Saya mengutuk tindakan tersebut sekeras-kerasnya. Pihak militer sedang melakukan penyelidikan pidana atas masalah ini dan bakal mengambil tindakan disiplin nan tegas terhadap pelaku," tambahnya, seperti dikutip AFP.

Aksi seorang tentara IDF merusak patung Yesus Kristus di Lebanon selatan viral di media sosial usai tertangkap kamera dan tersebar secara online.

Dalam gambar nan beredar, terlihat seorang tentara IDF memukul kepala patung Yesus nan disalibkan dengan posisi terbalik menggunakan palu godam.

Patung itu terletak di desa Kristen Debl di Lebanon selatan, dekat perbatasan dengan Israel.

Militer Israel telah memastikan foto tersebut betul prajurit mereka nan beraksi di Lebanon.

Dalam unggahan di X, IDF menegaskan tindakan vandalisme ini "sangat serius" dan bahwa "perilaku prajurit tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai nan diharapkan dari pasukannya."

IDF pun memastikan bakal mengambil tindakan nan sesuai terhadap pelaku dan bakal bekerja sama dengan masyarakat untuk mengembalikan patung tersebut ke tempat semula.

Adeeb Joudeh AlHusseini, penjaga kunci Gereja Makam Suci di Yerusalem, mengutuk keras kejadian ini.

"Ini bukan kejadian nan berlalu begitu saja, ini adalah pelanggaran langsung terhadap kesucian nan melampaui batu dan kayu, nan menyerang martabat ketaatan itu sendiri," kata AlHusseini.

Tindakan ini, kata AlHusseini, mengungkap kerapuhan retorika Israel nan mengeklaim mereka menghormati agama, padahal praktik di lapangan berbicara sebaliknya.

Ia pun menyerukan pemerintah Israel mengambil sikap jelas dan tegas guna mengakhiri segala corak pelanggaran terhadap tempat-tempat suci.

Selain Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga mengutuk perilaku tentara IDF tersebut. Ia menekankan tindakan itu "memalukan dan tercela".

"Saya percaya bahwa tindakan tegas nan diperlukan bakal diambil terhadap siapa pun nan melakukan tindakan biadab ini," kata Saar di X.

"Kami meminta maaf atas kejadian ini dan kepada setiap umat Kristen nan perasaannya terluka," lanjutnya.

Israel meluncurkan serangan udara di seluruh Lebanon dan menginvasi wilayah selatan negara itu setelah golongan milisi Hizbullah ikut bertempur membantu Iran.

Pertempuran di Lebanon nan pecah sejak 2 Maret itu akhirnya usai dengan perjanjian gencatan senjata. Meski gencatan, pasukan Israel tetap berada di Lebanon selatan dengan dalih mengamankan situasi.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional