Netanyahu Hadiri Sidang Di Pengadilan Usai 2 Bulan Perang, Kasus Apa?

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri sidang di pengadilan pada Selasa (28/4), mengenai tuduhan korupsi.

Netanyahu datang sebagai saksi di Pengadilan Distrik Tel Aviv untuk ke-81 kalinya, sejak persidangan dimulai pada tahun 2020 lampau mengenai tuduhan korupsi nan menjeratnya.

Ini merupakan kehadiran pertama Netanyahu di sidang dalam sekitar dua bulan sejak pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harian Israel Maariv, seperti dikutip Anadolu Agency, melaporkan bahwa Netanyahu berada di tahap akhir kesaksian setelah memberikan kesaksian selama lebih dari 80 hari persidangan.

Menurut instansi kejaksaan, dia tetap kudu menghadiri 11 kali kesaksian selain pemeriksaan ulang singkat oleh pengacara pembela.

Sidang ini semestinya digelar pada Senin (27/4) namun dibatalkan oleh Netanyahu lantaran argumen "keamanan".

"Dalam dua minggu terakhir, persidangannya dibatalkan atas permintaannya, dan sejak dimulainya perang dengan Iran, dia belum memberikan kesaksian meskipun semua sidang pengadilan di Israel telah dimulai kembali," demikian laporan surat berita itu.

Netanyahu memberikan kesaksian untuk Kasus 4000 di mana dia dituduh melakukan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Menurut dakwaan, Netanyahu diduga mempunyai hubungan suap dengan pengusaha Shaul Elovitch nan merupakan pemilik situs buletin Walla.

Netanyahu dan keluarganya dituduh mengusulkan beragam tuntutan mengenai pemberitaan media, demi menguntungkan pribadi dan menindas saingan politik.

Sejak awal persidangannya, Netanyahu membantah semua tuduhan itu sebagai "kampanye bermotivasi politik" nan bermaksud untuk menyingkirkannya dari jabatan.

Netanyahu menghadapi tuduhan korupsi, penyuapan, dan pelanggaran kedudukan dalam tiga kasus nan dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000, nan dakwaannya diajukan pada November 2019.

Kasus 1000 melibatkan tuduhan bahwa Netanyahu dan keluarganya menerima bingkisan mahal dari pengusaha kaya sebagai hadiah bantuan.

Di kasus 2000, dia dituduh bermusyawarah dengan penerbit surat berita Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes, untuk mendapatkan liputan media nan positif.

Selain tuduhan korupsi, Netanyahu telah dicari sejak tahun 2024 oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, di mana lebih dari 72.000 orang telah tewas dalam serangan mematikan Israel sejak Oktober 2023.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional