Naftali Bennett, Eks Pm Rival Netanyahu Pernah Jadi Target Pembunuhan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin sayap kanan Israel Naftali Bennett memastikan bakal menyatukan kekuatan dengan pemimpin partai sentris Yair Lapid untuk mengalahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada pemilihan tahun ini.

Mantan PM Israel tersebut percaya dengan koalisi tersebut bakal bisa melengserkan Netanyahu dari bangku kepala pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bennett mengatakan partai baru ini bakal disebut Together dan dipimpin oleh dia.

"Setelah 30 tahun, sudah saatnya berpisah dengan Netanyahu dan membuka babak baru bagi Israel," ungkap dia.

Bennett pernah jadi sasaran pembunuhan pada Maret lalu, dikutip dari Jerusalem Post.

Terduga pelaku berjulukan Ami Gaidarov keburu ditangkap oleh abdi negara kepolisian rahasia Shin Bet di apartemennya.

Warga Israel berumur 22 tahun tersebut ditangkap dalam operasi campuran Unit Kriminal Nasional dan Shin Bet berjulukan Lahav 433.

Kepolisian Israel menduga Iran berada di kembali rencana pembunuhan Bennett nan bakal dilakukan Gaidarov. Terduga pelaku disebut pernah menjalin kontak dengan pihak Iran pada Agustus 2025 untuk melakukan sejumlah tugas dengan hadiah duit nan sangat banyak, dikutip dari Jerusalem Post.

Pihak berkuasa mengatakan Gaidarov diperintahkan untuk membikin bahan peledak. Ia kemudian menyewa sebuah apartemen di Haifa dan membeli perangkat komunikasi unik untuk tetap berasosiasi dengan para penangan kasusnya.

Gaidarov diduga mendokumentasikan proses tersebut dengan foto dan video nan dia kirim sebagai bukti telah menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Selama penyelidikan, para interogator menemukan bahwa dia merekrut orang lain untuk membantu pengadaan bahan dan melaksanakan rencana pembunuhan tersebut.

Dalam pengembangan selanjutnya, pihak berkuasa Israel kemudian menangkap dua tersangka lainnya dari Israel utara ialah Sergey Libman dan Eduard Shovtiyuk.

Mereka diduga membantu pengadaan, penyimpanan, dan pengetesan bahan peledak untuk rencana pembunuhan terhadap Bennett.

Berdasarkan laporan i24, para tersangka menguji bahan peledak tersebut beberapa kali, termasuk sekali di tempat perlindungan umum bawah tanah di Haifa.

Para interogator lebih kemudian mengatakan bahwa selama Operasi Roaring Lion, Gaidarov ditugaskan untuk mengumpulkan intelijen, termasuk memotret pelabuhan Haifa dan letak akibat rudal di Israel utara. Ia juga ditugaskan untuk mengidentifikasi properti nan menghadap pelabuhan untuk kemungkinan pemasangan peralatan pengawasan.

Polisi mengatakan Gaidarov menerima lebih dari NIS70.000 untuk tindakannya, sebagian besar ditransfer melalui dompet digital. Tuntutan oleh jaksa telah diajukan dan dakwaan terhadapnya serta pihak lain nan terlibat.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional