Lepas Ekspor Produk Kelapa, Ojk Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah Sumsel

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran sektor jasa finansial untuk mendukung pengembangan ekonomi wilayah (PED) berbasis komoditas unggulan.

Hal itu diwujudkan dalam pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan komoditas lainnya nan dilakukan Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko berbareng Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan Palembang.

Peresmian pelepasan ekspor secara simbolik tersebut merupakan rangkaian Sultan Muda XporA 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelepasan ekspor ini menjadi langkah nyata OJK dalam memperkuat peran pengusaha muda Sumsel untuk menembus pasar dunia melalui penguatan ekosistem finansial inklusif dan sektor riil.

Keberhasilan ini melanjutkan capaian program ekspor sebelumnya ialah komoditas kelapa sawit dan kopi beberapa waktu lalu.

"Pada penyelenggaraan aktivitas ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, bakal tetapi juga mendorong peran wilayah sebagai motor pertumbuhan Indonesia, salah satunya melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah," kata Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Menurut Hernawan, program OJK Pengembangan Ekonomi Daerah sejalan dengan beragam program prioritas pemerintah termasuk mendorong kedaulatan pangan.

Program ini bakal terus didorong untuk berkembang secara berkepanjangan dengan memperluas cakupan wilayah dan meningkatkan ragam obyek unggulan sesuai dengan karakter daerah.

OJK juga mengapresiasi kerjasama dan sinergi nan terjalin antara OJK, Pemda dan seluruh stakeholders nan ada di Sumsel, sehingga program ini dapat terlaksana.

Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto mengatakan pada tahap awal komoditas kelapa dan produk turunannya dimaksud bakal diekspor ke Cina, Taiwan, dan Perancis, meliputi coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton.

Selain itu, dilakukan pula ekspor lada hitam sebanyak 500 kilogram (kg) dan produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton, dengan nilai mencapai Rp 1,6 miliar.

Capaian mencerminkan peningkatan daya saing kelebihan wilayah melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan, hilirisasi dan integrasi akses sektor jasa keuangan.

Melalui kerja sama nan terintegrasi dalam pengembangan potensi unggulan daerah, penguatan sektor riil terus dilakukan secara konsisten nan bermaksud untuk meningkatkan kapabilitas produksi, kualitas hasil, serta memperluas akses pasar dari produk nan dihasilkan.

Upaya ini juga membuka kesempatan nan lebih besar dalam memanfaatkanberbagai jasa dan produk dari sektor jasa keuangan.

Sektor jasa finansial berkedudukan aktif dengan menyediakan beragam skema pembiayaan nan mendukung seluruh proses usaha, mulai dari tahap produksi, pengolahan, hingga pemasaran ke pasar internasional, sepertipembiayaan perdagangan (trade finance) dan Letter of Credit (L/C). Selain itu, tersedia juga perlindungan terhadap akibat upaya melalui jasa asuransi.

Dukung Program OJK

Sementara itu, Bupati Sumsel Herman Deru pun menyambut baik program PED nan dilakukan OJK. Dukungan dari OJK, kementerian/lembaga (K/L), pelaku upaya jasa finansial bisa mewujudkan Sultan Muda nan produktif, kreatif, dan berkekuatan saing.

"Keberhasilan nan dicapai pada hari ini tidak terlepas dari support seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya," kata Herman.

"Kami berambisi kerjasama nan baik senantiasa dapat terjalin dan berkontribusi menghasilkan Sultan Muda baru di masa nan bakal datang," sambungnya.

Sedangkan, Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas mengatakan pengembangan ekonomi wilayah memerlukan support kebijakan nan terintegrasi dan berkesinambungan agar program nan dijalankan bisa mendapatkanhasil nan optimal.

"Sumatera Selatan telah sukses mencatatkan nilai ekspor nan lebihtinggi dari nilai impor, kami mengapresiasi pencapaian dimaksud. Kami sebagai Anggota DPR RI juga berkomitmen untuk menghasilkan kebijakan nan mendukung pemberdayaan perekonomian di daerah," kata Bertu.

"Untuk menghasilkan kebijakan nan sesuai maka kami membutuhan masukan dari Bapak dan Ibu sekalian," sambungnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan dihadiri oleh 1.000 peserta nan berasal dari pengusaha muda, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat umum.

Program Sultan Muda XporA 2026 merupakan bagian dari Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan nan digagas oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dengan bekerja-sama dengan OJK dan seluruh stakeholders lainnya.

Program ini bermaksud untuk meningkatkan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Dukungan nyata OJK juga terlihat dengan adanya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di Gedung Kantor OJK Provinsi Sumsel.

SMSC berfaedah sebagai pusat pelatihan, inkubasi, dan business connection hub nan menghubungkan antara pengusaha dengan jejaring bisnis, ekspansi pasar, dan akses sektor jasa keuangan. Langkah ini diharapkan bisa melahirkan pengusaha muda nan berkekuatan saing serta siap menembus pasar ekspor.

Pada kesempatan nan sama dilakukan pula peresmian rebranding logo Sultan Muda Sumatera Selatan sebagai momentum penegasan transformasi program aktivitas strategis kewirausahaan muda, peresmian Sultan Muda HIPMI Card sebagai identitas dan penguatan akses kewirausahaan muda, peresmian Pusat Kolaborasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah 'Sumsel Maju Terus Untuk Semua' sebagai wadah sinergi antara pemerintah wilayah (Pemda), OJK, Bank Indonesia (BI) untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumsel juga turut dilaksanakan untuk merumuskan ragam solusi nan nyata dibutuhkan mengakselerasi akses keuangan, mewujudkan pengembangan ekonomi wilayah nan inklusif, dan berkepanjangan di Sumsel.

Selain itu, secara simbolis dilakukan penyerahan pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp 869.291.307.790 dan L/C export US$ 209,723 oleh lima bank.


(hnu/ega)

Sumber finance