Kisah Frank Lucas, Raja Narkoba Kulit Hitam Pertama Di As

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Para gembong narkoba Amerika Serikat biasanya berasal dari keturunan Italia alias Amerika Latin. Namun, pernah ada juga nan berasal dari kulit hitam.

Dialah Frank Lucas, nan berhasil pada tahun 1970-an terutama di Harlem, New York. Mengutip dari laman The Mob Museum, Lucas lahir dan besar di wilayah pedesaan North Carolina 9 September 1930 di La Grange, North Carolina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Frank Lucas mempunyai awal kehidupan nan sulit. Ia tumbuh dalam kemiskinan dan menghabiskan banyak waktu merawat saudara-saudaranya. Di usia remaja dia pindah ke New York dan terlibat dalam banyak kasus pidana jalanan.

Ia naik ke puncak bumi narkoba New York pada akhir tahun 1960-an. Lucas mengatakan bahwa dia dibimbing oleh Ellsworth "Bumpy" Johnson, bos gambling legendaris dari Harlem.

Untuk mematahkan cengkeraman mafia atas penjualan heroin di Harlem, Lucas mengembangkan jalur pengedaran langsung dari wilayah nan disebut Segitiga Emas di Asia Tenggara. Dengan langkah ini, Lucas dapat memperoleh heroin dalam jumlah besar dengan nilai jauh lebih murah daripada membelinya dari sumber mafia.

Di era kejayaannya, awal tahun 1970-an, dia menghasilkan $1 juta per hari dari penjualan heroin "Blue Magic" miliknya. Tapi biasa mengeluarkan US$200 ribu untuk menyuap polisi.

Lucas menghabiskan keuntungannya dengan bebas, berinvestasi di bagian properti di seluruh negeri. Gaya hidupnya nan royal mungkin paling jelas terlihat dari mantel bulu chinchilla seharga US$125.000 dan topi nan serasi nan dikenakannya pada pertandingan tinju kejuaraan Muhammad Ali-Joe Frazier tahun 1971.

Lucas memang mau kaya, "Sekaya anak muda kulit putih, sekaya Donald Trump," katanya.

Donald Trump kala itu sudah jadi pewaris sang ayah, pengusaha properti terkenal. Karena itu dia mengubah strategi bisnisnya secara besar-besaran. Ia menyadari bahwa jika dia hanya berjuntai pada perantara, dia tidak bakal pernah mencapai kekayaan dan kekuasaan seperti para taipan terkenal pada masa itu.

Kekaisarannya runtuh dengan penyergapan di rumahnya di Teaneck, New Jersey, pada tahun 1975. Pihak berkuasa menemukan duit tunai sebesar US$584.000 di rumah tersebut, serta kunci beberapa kotak penyimpanan kondusif di Kepulauan Cayman.

Lucas dihukum atas tuduhan narkoba federal dan negara bagian dan dijatuhi balasan tujuh puluh tahun penjara. Namun, dia hanya menjalani balasan selama lima tahun lantaran dia menjadi saksi negara, membantu pihak berkuasa untuk menjatuhkan puluhan pengedar narkoba dan pejabat polisi korup lainnya.

Namun, Lucas ditangkap lagi atas tuduhan narkoba pada tahun 1984 dan kembali dipenjara hingga tahun 1991.

Di tahun-tahun terakhirnya, Lucas sering mengungkapkan penyesalan atas kehidupan kriminalnya, terutama kerusakan nan disebabkan oleh heroin.

Dia membikin sebuah pengakyan kepada Newark Star-Ledger pada tahun 2013.

"Mungkin saya lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada kebaikan. Mungkin memang begitu, dan itu fakta. Saat itu, saya tidak menyadari apa nan kulakukan. nan kutahu hanyalah, saya menghasilkan banyak uang. Bisnis nan jelek adalah upaya nan baik. Bisnis nan mengerikan, begitulah. Aku terlibat dalam upaya heroin, nan terburuk nan bisa kau dapatkan. Kau tidak bisa lebih rendah dari itu, dan saya terlibat di dalamnya. Sampai ke kepalaku. Jika kau mau mengatakan bahwa saya bajingan nan tidak berguna, silakan saja. Karena memang itulah aku," saya Lukas.

Kisah hidupnya diangkat ke layar lebar pada 2007 lewat "American Gangster" nan dibintangi tokoh Denzel Washington sebagai Lucas dan detektif Richie Roberts, diperankan oleh Russell Crowe.

Tak banyak menikmati

Setelah penangkapan dan menjalani kehidupan di penjara, asetnya disita, termasuk duit tunai sebesar US$584.683, dan dia dijatuhi balasan 70 tahun penjara.

Lucas kemudian merasa tersinggung dengan jumlah duit tunai nan begitu sedikit, dan menuduh DEA (Badan Anti-Narkoba AS) mencuri darinya, menurut kitab Superfly: The True Untold Story of Frank Lucas, American Gangster .

Namun Lucas tetap bisa menikmati duit tanpa cedera dari royalti film. Menurut New York Post, Lucas menerima "US$300.000 dari Universal Pictures dan US$500.000 lagi dari studio dan Denzel Washington untuk membeli rumah dan mobil baru. Lucas meninggal pada 30 Mei 2019 dalam usia 88 tahun dan mempunyai tujuh anak.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional