Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah kapal Iran dilaporkan tetap berlalu-lalang keluar masuk Selat Hormuz di tengah blokade laut nan diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di perairan area itu.
Menurut info pelayaran terbaru nan didapat firma intelijen maritim Kpler, sebagian besar kapal nan melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menggunakan jalur pelayaran nan ditetapkan otoritas Iran. Sekitar separuh dari kapal-kapal tersebut memuat kargo di pelabuhan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kpler mengungkap ada sebanyak 17 kapal tercatat melintasi Selat Hormuz antara Jumat (24/4) hingga Minggu (25/4).
Dari 17 kapal nan terlacak, ada empat kapal tanker besar nan membawa muatan penuh. Dua tanker berangkat dari pelabuhan Iran, sementara dua lainnya berlayar dari Uni Emirat Arab.
Kapal terbesar, menurut Kpler, adalah Jiaolong milik perusahaan Yunani, nan berangkat dari UEA pada Jumat dan tiba Senin di pelabuhan Sikka, India.
Meski begitu, jumlah pelayaran kapal di selat ini berkurang banyak dari hari biasa sebelum perang AS-Iran dan blokade diterapkan.
Selama dua bulan terakhir, lampau lintas melalui Selat Hormuz hanya sekitar 5% dari rata-rata harian sebelum perang. Hal ini memicu kelangkaan produk olahan minyak, terutama di area Asia.
Dikutip CNN, Iran menyatakan bakal tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, sementara Amerika mengumumkan blokade terhadap pelayaran menuju dan dari pelabuhan Iran sejak 13 April lalu.
Pelayaran kapal-kapal di Selat Hormuz ini dinilai corak penolakan Teheran terhadap blokade AS nan bermaksud mencegah kapal menggunakan pelabuhan Iran.
Pencegatan kapal Iran oleh AS sejauh ini memang terjadi di luar area selat. Namun, belum jelas apakah kapal-kapal nan berangkat dari Iran juga telah dicegat.
Sejauh ini, militer AS telah menyita setidaknya dua kapal dan menyatakan telah mencegat 38 kapal mengenai Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pekan lampau mengatakan Iran kemungkinan segera kudu menghentikan produksi minyak mentah lantaran keterbatasan kapabilitas penyimpanan dan jalur ekspor.
Namun, media pemerintah Iran membantah klaim bahwa negara itu kekurangan akomodasi penyimpanan minyak.
(rds/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·