Jakarta, CNN Indonesia --
Kapal berbendera Iran, Touska, nan disita pasukan Amerika Serikat di Teluk Oman disebut sebagai kapal dual kegunaan dan sempat singgah di China.
Berdasarkan kajian info perkapalan Newsweek, kapal tersebut banyak berjamu ke pelabuhan-pelabuhan China sebelum diserang dan disita AS akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kajian itu, Touska terakhir kali meninggalkan perairan Iran pada 22 Februari melalui pelabuhan Shahid Rajaee dan melintasi Selat Malaka pada awal Maret.
Kemudian pada 9 Maret, kapal singgah di Pelabuhan Zhuhai, China Selatan, demikian dikutip Newsweek, Minggu (19/4).
Pelabuhan Zhuhai merupakan letak kunci tempat Iran mendapat bahan baku untuk bahan bakar roket nan digunakan dalam rudal balistik. Jalur dan letak ini pula nan disebut membikin Iran memperkuat meski disanksi AS.
Organisasi non pemerintahan nan konsentrasi ke pelayaran kapal Global Fishing Watch menangkap sinyal sistem identifikasi otomatis (AIS) Touska. Kapal ini sempat berlayar ke utara dan berada di perairan China di lepas pantai Shanghai selama setidaknya 11 hari.
Namun, kapal dilaporkan mematikan transponder AIS, tindakan nan melanggar norma internasional, selama dua separuh hari. Touska baru muncul kembali untuk singgah di pelabuhan Zhuhai pada 29 Maret.
Lalu pada 3 April, Touska dilaporkan hendak pulang dan sempat berlabuh di lepas pantai Port Klang, Malaysia, perairan nan dikenal jadi titik transit kapal-kapal armada gambaran Iran. Touska baru melanjutkan perjalanan sembilan hari kemudian.
Sejauh ini tak ada info lebih rinci apa isi muatan kapal Touska.
Lalu, saat tiba di Teluk Oman, pasukan AS menembaki dan menyita kapal Touska pada 16 April.
Dalam rilis resmi militer AS menyebut kapal berupaya menerobos blokade dan mengabaikan peringatan.
"Spruance melumpuhkan propulsi Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam MK 45,5 inci kapal perusak ke ruang mesin Touska," demikian pernyataan Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) pada Minggu.
Sementara itu, kepala organisasi mengenai maritim SeaLight, Ray Powell, mengatakan persinggahan kapal Iran di tengah kehadiran angkatan laut AS menunjukkan bahwa kargo bisa saja berisi materi prioritas.
"Kapal itu mencoba menerobos blokade, nan tampaknya merupakan tindakan sangat bodoh, nan sepertinya mengindikasikan ada sesuatu di atas kapal itu nan mungkin sangat mereka butuhkan di Iran," kata Powell dikutip Fox News.
Dia juga menggarisbawahi rute kapal melalui Malaysia dan penghentian sementara di China patut diperhatikan.
Kunjungan kapal Touska ke pelabuhan China terjadi di tengah laporan nan mengidentifikasi pengiriman material dwiguna dari pelabuhan China ke Iran. Namun, tidak ada bukti nan mengaitkan kargo kapal ini dengan pemasok tertentu.
Saat ini, pihak berkuasa AS tetap menyelidiki muatan kapal itu. Sumber maritim juga sempat mengatakan Touska kemungkinan besar adalah kargo "penggunaan ganda" untuk tujuan sipil dan militer.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·