Jakarta, CNN Indonesia --
Pasukan Israel kembali melancarkan serangan lagi ke wilayah Bekaa, di Lebanon, di tengah gencatan senjata antara Beirut dengan Tel Aviv.
Presiden Lebanon JosephAoun langsung menyampaikan kemarahannya terhadap Hizbullah nan dianggapnya keras kepala menolak tenteram dengan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Aoun itu juga menanggapi pernyataan dari para pemimpin milisi proksi Iran tersebut nan menolak mengakui negosiasi antara Israel dan pemerintah Lebanon.
"Tujuan saya adalah untuk mengakhiri perang dengan Israel, serupa dengan perjanjian gencatan senjata tahun 1949. Saya jamin bahwa saya tidak bakal menerima kesepakatan nan memalukan," kata Aoun dalam sebuah pernyataannya, dikutip dari AFP.
"Mereka nan menyeret kami ke dalam perang di Lebanon sekarang meminta pertanggungjawaban kami lantaran kita telah memutuskan untuk bernegosiasi. Apa nan kami lakukan bukanlah pengkhianatan. Sebaliknya, pengkhianatan dilakukan oleh mereka nan membawa negara mereka ke dalam perang untuk mencapai kepentingan asing," dia menambahkan.
Pasukan militer Israel (IDF) sebelumnya mengumumkan telah melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon di Bekaa untuk menargetkan markas Hizbullah.
"IDF telah mulai menyerang letak prasarana Hizbullah di lembah Bekaa dan di daerah-daerah lain di seluruh Lebanon selatan," demikian pernyataan singkat nan diunggah di media sosial.
Serangan dilakukan IDF setelah pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak negosiasi antara Lebanon dan Israel di Amerika Serikat. Ia mencap negosiasi itu sebagai "dosa besar" nan bakal semakin menggoyang stabilitas Lebanon.
"Kami secara tegas menolak negosiasi langsung dengan Israel, dan mereka nan berkuasa kudu tahu bahwa tindakan mereka tidak bakal menguntungkan Lebanon alias diri mereka sendiri," kata Qassem dalam sebuah pernyataan nan disiarkan oleh saluran Al-Manar milik golongan tersebut.
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·