Israel Diam-diam Kirim Iron Dome Ke Uea Saat Perang Lawan Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel dilaporkan mengirim sistem pertahanan Iron Dome dan pasukan nan mengoperasikannya ke Uni Emirat Arab (UEA) saat perang dengan Iran pada Februari-Maret lalu.

Media Amerika Serikat Axios melaporkan setelah Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Israel secara diam-diam mengirimkan baterai rudal, rudal pencegat, dan beberapa lusin personel militer Israel ke Uni Emirat Arab di awal bentrok dengan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baterai rudal itu dilaporkan mencegat "banyak" rudal Iran nan diarahkan ke UEA. Namun, para pejabat enggan merinci berapa banyak alias di mana sistem tersebut ditempatkan.

Para pejabat Israel dan Uni Emirat Arab juga mengatakan pengerahan itu dikoordinasikan dengan sigap seiring intensifikasi serangan Iran. Ini menjadi rahasia hingga sekarang lantaran sensitivitas politiknya di Teluk.

Selama Iran meluncurkan jawaban ke Israel dan aset militer AS di negara teluk, UEA jadi negara nan paling banyak terima serangan Iran.

Data Kementerian Pertahanan UEA melaporkan Iran menembakkan sekitar 550 rudal balistik dan rudal jelajah serta lebih dari 2.200 drone ke negara itu. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sukses dicegat tetapi beberapa di antaranya mengenai sasaran militer alias sipil.

Selain mengerahkan Iron Dome, pejabat Tel Aviv juga mengatakan Israel mengerahkan pesawat tempur untuk menyerang peluncur rudal jarak pendek di Iran selatan. Tindakan ini bermaksud mencegah serangan lebih lanjut ke UEA dan negara-negara Teluk lainnya,

Sementara itu, para pejabat UEA menyebut Israel sebagai salah satu dari beberapa mitra - berbareng dengan AS, Inggris, Prancis, Italia, dan Australia.

"Yang meningkatkan upaya untuk [mempertahankan wilayah UEA dari serangan Iran]," kata dia, demikian dikutip New Arab.

Pejabat senior UEA mengatakan pemerintah tidak bakal melupakan keputusan Netanyahu untuk mengalihkan aset pertahanan ke luar negeri, di saat Israel menghadapi serangan rudal dan drone Iran.

Kerja sama dalam laporan itu kian menunjukkan semakin dalam kemitraan militer, keamanan, dan intelijen antara Israel dan UEA nan meningkat drastis setelah perang Iran.

Sejak menormalisasi hubungan pada 2020, Abu Dhabi dan Tel Aviv memperluas kerja sama di bagian pengawasan, siber, energi, dan persenjataan.

Namun, kehadiran personel tempur Israel nan mengoperasikan sistem pertahanan udara di dalam wilayah UEA merupakan langkah baru secara kualitatif.

Israel dan sekutunya Amerika Serikat menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari. Hari-hari setelah itu mereka saling tempur dan melakukan blokade di Selat Hormuz.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional