Jakarta, CNN Indonesia --
Publik Israel disebut mulai ketakutan Iran bakal mencabut fatwa haram peledak nuklir setelah pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.
Ali Khamenei tewas dalam serangan udara nan dilancarkan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pihak di Iran justru khawatir, Iran bakal mencabut fatwa nan ditetapkan Ali Khamenei lantaran perang dengan AS dan Tel Aviv.
Media Israel The Times of Israel kemudian menyinggung sebuah arsip nan menunjukkan isi fatwa haram penggunaan senjata nuklir Iran nan ditetapkan Ali Khamenei.
"Selama dua dekade, satu arsip menjadi penghalang antara Iran dan peledak nuklir, setidaknya dalam perihal diplomasi," tulis media tersebut.
"Fatwa Ayatollah (Ali) Khamenei nan menentang senjata nuklir dikutip dalam negosiasi internasional, dirujuk oleh analis Barat, dan diperlakukan oleh sejumlah pemerintah sebagai bukti nyata bahwa Iran tidak bakal mengejar senjata nuklir. Pada 28 Februari 2026, Khamenei tewas dalam serangan campuran AS-Israel. Fatwa itu pun lenyap bersamanya," lanjut laporan tersebut.
Media Israel lainnya Ynet apalagi mengutip isi arsip Iran nan menetapkan fatwa dari Ali Khamenei nan mengharamkan penggunaan senjata nuklir dalam keadaan apa pun.
"Kami percaya bahwa selain senjata nuklir, jenis senjata pemusnah massal lainnya, seperti senjata kimia dan biologi, menimbulkan ancaman serius bagi umat manusia. Bangsa Iran, nan sendiri telah menjadi korban senjata kimia, merasakan lebih dari bangsa mana pun ancaman nan disebabkan oleh produksi dan penimbunan senjata tersebut, dan siap menggunakan semua langkah nan tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut," demikian isi arsip tersebut nan dikutip oleh Ynet.
"Kami menganggap penggunaan senjata tersebut sebagai 'haram,' dan percaya bahwa adalah tanggungjawab semua orang untuk bekerja melindungi umat manusia dari musibah besar ini."
Fatwa itu disebut dikeluarkan mendiang Ali Khamenei pada 1990-an. Dokumen mengenai fatwa itu baru terungkap secara luas pada 2003, saat program nuklir Iran untuk kepentingan sipil membetot perhatian masyarakat internasional.
Tekanan dari negara-negara kuat pun datang menghimpit Iran. Teheran kemudian menampilkan arsip berupa fatwa Ali Khamenei itu sebagai bagian dari upaya Republik Islam untuk melawan tuduhan bahwa mereka sedang mengembangkan senjata nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga pernah mengulangi pernyataannya bahwa Teheran tidak bakal pernah menggunakan senjata nuklir selama tetap bertindak fatwa haram oleh Ali Khamenei.
"Ketika dia mengumumkan bahwa kita tidak bakal mempunyai senjata nuklir, itu berfaedah kita tidak bakal memilikinya," kata Pezeshkian sebelum putaran ketiga pembicaraan nuklir dengan AS nan terus menuduh Teheran berupaya mendapatkan senjata nuklir, dikutip dari Iran International.
(bac)
Add
as a preferred source on Google
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·