Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengeklaim punya 'kartu truf' baru jika melanjutkan perang dengan Amerika Serikat setelah gencatan senjata usai pada Kamis (23/4).
Klaim tersebut dilontarkan oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai ancaman terhadap Presiden Donald Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran hingga sekarang tetap belum mau melanjutkan negosiasi dengan AS saat gencatan senjata selama dua pekan bakal berakhir.
"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir kami telah bersiap untuk menunjukkan 'kartu truf' baru di medan perang," tulis Ghalibaf, negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, di X.
Ghalibhaf mengungkapkan argumen negaranya menolak negosiasi lanjutan dengan AS.
Ia menilai Trump bukan mencari jalan tengah tapi seenaknya menjadikan meja perundingan sarana untuk memenuhi seluruh kepentingan AS.
"Trump, dengan menerapkan blokade dan melanggar gencatan senjata, berupaya mengubah meja perundingan ini dalam imajinasinya sendiri menjadi meja penyerahan diri alias sebagai pembenaran untuk kembali menyalakan perang," ujar Ghalibaf dalam unggahannya di X, Senin (20/4).
"Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua pekan terakhir kami telah bersiap membuka kartu-kartu baru di medan perang," tulisnya menutup pernyataan tersebut.
Pernyataan Ghalibaf menambah ketidakpastian mengenai kemungkinan perundingan putaran kedua antara Iran-AS di Islamabad, Pakistan, pekan ini.
Sementara itu, sumber CNN menyebut delegasi AS sudah terbang menuju Islamabad untuk melanjutkan negosiasi.
(bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·