Iran Kirim Proposal Gencatan Senjata Baru Ke As, Begini Respons Trump

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tim keamanan disebut tengah membahas proposal gencatan senjata terbaru nan disodorkan Iran lewat mediator pekan ini.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt membenarkan pembahasan proposal baru tersebut. Namun, dia tak merinci hasil rapat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada obrolan pagi ini nan tidak mau saya ungkapkan lebih dulu, dan saya percaya Anda bakal segera mendengar langsung dari presiden tentang topik ini," kata Leavitt, dikutip Reuters.

Namun seorang pejabat pemerintah AS mengatakan Trump tak senang dengan proposal itu, lantaran tidak membahas program nuklir Iran. 

"Dia tidak menyukai proposal itu," kata pejabat itu secara anonim.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran sedang mencoba mengulur waktu.

"Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja," kata dia saat wawancara dengan Fox News. Rubio lampau menyindir Iran punya negosiator nan sangat baik dan berilmu sehingga AS kudu lebih cermat.

"Kita kudu memastikan bahwa setiap kesepakatan nan dibuat, setiap perjanjian nan disepakati, adalah kesepakatan nan betul-betul mencegah mereka untuk bergegas menuju senjata nuklir kapan pun," imbuh dia.

Iran telah mengirimkan proposal gencatan senjata baru ke AS melalui Pakistan sebagai negara mediator. Proposal baru itu konsentrasi untuk menyelesaikan krisis di Selat Hormuz dan blokade AS sehingga pengiriman peralatan melalui rute tersebut bisa lancar.

Namun, proposal baru Iran tak mencakup negosiasi nuklir. Persoalan ini bakal dibahas di tahap selanjutnya usai perang selesai.

Sebagai bagian dari proposal, gencatan senjata bakal diperpanjang untuk jangka waktu nan lama alias pihak-pihak nan bertikai bakal menyepakati pengakhiran perang secara permanen.

Sumber-sumber di Iran mengatakan, berasas proposal tersebut, negosiasi bakal dilakukan bertahap.

Langkah pertama nan perlu dilakukan adalah mengakhiri perang AS-Israel di Iran dan memberi agunan Washington tak bisa memulai perang lagi.

Kemudian, para negosiator bakal menyelesaikan blokade AS dan nasib Selat Hormuz, nan mau dibuka kembali oleh Iran di bawah kendali mereka.

Barulah setelah itu pembicaraan bakal membahas isu-isu lain, termasuk perselisihan mengenai program nuklir Iran.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional