Iran Kirim Proposal Gencatan Ke As, Ada Tuntutan Baru

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengirim proposal gencatan senjata nan berisi tuntutan baru ke Amerika Serikat melalui mediator Pakistan.

Satu pejabat AS dan dua sumber nan mengetahui masalah tersebut mengatakan proposal Iran berisi pembukaan Selat Hormuz serta upaya mengakhiri perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Usulan baru itu berfokus untuk menyelesaikan krisis di selat dan blokade AS terlebih dahulu," demikian laporan Axios, Senin (27/4).

Namun, proposal tersebut tak mencakup negosiasi nuklir. Persoalan ini bakal dibahas di tahap selanjutnya usai perang rampung.

Sebagai bagian dari proposal, gencatan senjata bakal diperpanjang untuk jangka waktu nan lama alias pihak-pihak nan bertikai bakal menyepakati penyelesaian perang secara permanen.

AS sudah menerima proposal tersebut, tapi tak diketahui apakah mereka bakal mempertimbangkan alias menolak mentah-mentah.

Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menyebut AS bakal mengutamakan kepentingan nasional dalam berkompromi dengan Iran.

"Seperti nan telah dikatakan presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya bakal membikin kesepakatan nan mengutamakan rakyat Amerika, dan tidak bakal pernah mengizinkan Iran mempunyai senjata nuklir," kata Wales.

Sementara itu, tiga pejabat AS mengatakan Presiden Donald Trump bakal mengadakan pertemuan di Situation Room mengenai Iran pada hari Senin dengan tim keamanan nasional dan kebijakan luar negeri utamanya.

Topik nan dibahas adalah kebuntuan negosiasi dan langkah potensial untuk mengatasinya.

Usulan Iran ini ramai jadi perbincangan usai Menteri Luar Negeri melakukan serangkaian kunjungan ke Pakistan, Oman, dan ke Rusia.

Kunjungan itu bermaksud membahas kerja sama kedua negara dan perkembangan terkini di Timur Tengah.

Dua sumber nan mengetahui kunjungan Araghchi mengatakan dia membahas rencana untuk menghindari rumor nuklir selama pertemuan dengan mediator di Islamabad.

Satu sumber mengatakan Araghchi menyampaikan ke Pakistan, Mesir, Turki, dan Qatar bahwa tidak ada konsensus di dalam kepemimpinan Iran soal gimana menanggapi tuntutan AS.

AS mau Iran menangguhkan pengayaan uranium setidaknya selama satu dasawarsa dan meminta mereka menyerahkannya. Teheran berulang kali menolak tuntutan ini.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional