Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Iran disebut telah mengirimkan proposal gencatan senjata berisi tuntutan terbaru ke Amerika Serikat.
Sementara itu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bakal ditantang koalisi campuran dua rivalnya, di pemilihan umum Israel nan bakal digelar akhir tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Selasa (28/4).
Iran Kirim Proposal Gencatan ke AS, Ada Tuntutan Baru
Iran mengirim proposal gencatan senjata nan berisi tuntutan baru ke Amerika Serikat melalui mediator Pakistan.
Satu pejabat AS dan dua sumber nan mengetahui masalah tersebut mengatakan proposal Iran berisi pembukaan Selat Hormuz serta upaya mengakhiri perang.
"Usulan baru itu berfokus untuk menyelesaikan krisis di selat dan blokade AS terlebih dahulu," demikian laporan Axios, Senin (27/4).
Namun, proposal tersebut tak mencakup negosiasi nuklir. Persoalan ini bakal dibahas di tahap selanjutnya usai perang rampung.
Sebagai bagian dari proposal, gencatan senjata bakal diperpanjang untuk jangka waktu nan lama alias pihak-pihak nan bertikai bakal menyepakati penyelesaian perang secara permanen.
Menlu Iran Terbang ke Rusia, Minta Wejangan Putin soal Perang Lawan AS
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di St. Petersburg, Rusia, untuk berjumpa Presiden Vladimir Putin di saat Teheran tetap bertempur melawan Amerika Serikat.
Selepas setelah mendarat di Rusia, Araghchi mengatakan pertemuan ini menjadi kesempatan bagus bagi Iran untuk berkonsultasi mengenai perkembangan terutama mengenai perang.
"(Bertemu Putin) merupakan kesempatan nan bagus bagi kami untuk berkonsultasi dengan kerabat kami Rusia mengenai perkembangan-perkembangan soal perang," ucap Araghchi seperti dikutip CNN.
"Seperti nan Anda lihat, kami selalu mengadakan pertemuan erat dengan Rusia untuk mendiskusikan beragam rumor luar negeri, khususnya isu-isu regional dan internasional, dan tentunya beragam rumor hubungan bilateral juga sering kami bahas," kata dia dalam sebuah video, dikutip instansi buletin Rusia TASS.
Dua Eks PM Israel Bikin Koalisi Baru, Siap Gulingkan Netanyahu
Rival terkuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Naftali Bennett dan Yair Lapid, bakal menggabungkan partai mereka dalam pemilihan umum di Israel nan digelar akhir tahun ini.
Bennett merupakan eks PM Israel nan berpatokan kanan, sementara Lapid adalah ketua Partai Yesh Atid nan berpatokan tengah.
"Kita berdiri di sini berbareng demi anak-anak kita. Negara Israel kudu mengubah arah," kata Lapid pada Minggu (26/4) saat konvensi pers berbareng Bennett, dikutip Reuters.
Bennett mengatakan partai baru ini bakal disebut Together dan dipimpin oleh dia.
Menanggapi koalisi ini, Netanyahu tak ambil pusing. Dia mengunggah foto kedua orang itu berbareng ketua partai Arab, Ra'am alias United Arab List (UAL), Mansour Abbas. Ketiga orang ini pernah berasosiasi dalam satu koalisi pada 2021.
(tim/dna)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·