Irak Tunjuk Ali Al Zaidi Jadi Perdana Menteri Usai Ditekan Trump

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Koalisi Syiah Irak Coordination Framework (Kerangka Koordinasi) menunjuk Ali Al Zaidi sebagai calon perdana menteri, setelah negara ini diancam Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Salah satu personil parlemen Irak mengatakan Presiden Nizar Amedi mengundang Zaidi pada Senin (27/4) malam untuk membentuk pemerintahan, demikian dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden Nizar Amedi telah menugaskan Ali Al Zaidi, kandidat dari blok parlemen terbesar, untuk membentuk pemerintahan baru," demikian pernyataan resmi kepresidenan Irak.

Berdasarkan konstitusi Irak, Zaidi punya waktu 30 hari membentuk kabinet dan mengusulkan ke parlemen untuk disetujui.

Di bawah sistem pembagian kekuasaan nan dirancang untuk menghindari bentrok sektarian, presiden Irak adalah seorang Kurdi, perdana menteri Syiah, dan ketua parlemennya Sunni.

Zaidi adalah miliarder Irak nan punya perbankan dan pasokan program keranjang makanan pemerintah Irak nan melayani jutaan orang.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemimpin Irak sibuk mencari calon PM usai mendapat ultimatum dari Trump.

Trump tak setuju Nouri Al Maliki nan dicap mempunyai hubungan dekat dengan Iran menjadi perdana menteri Irak meski menang dalam pemilihan.

Dia menakut-nakuti jika Maliki tetap menjadi PM, seluruh support AS untuk Irak bakal dicabut. Kelompok pemimpin di Irak lampau berbincang secara intensif hingga akhirnya menunjuk Zaidi.

Mailiki sementara itu siap mundur jika sudah ada penggantinya.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional