Genjot Penurunan Stunting, Kalteng Perkuat Bangga Kencana Hingga Gati

Sedang Trending 2 hari yang lalu

– Ketua TP PKK Provinsi (Kalteng), Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan komitmen pemerintah wilayah dalam memperkuat beragam program percepatan penurunan stunting.

Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting serta Penilaian Kinerja Provinsi Kalteng Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 29 April 2026.

Aisyah menyebut Program Bangga Kencana menjadi salah satu instrumen strategis dalam pembangunan family berkelanjutan, dengan konsentrasi pada periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia menjelaskan, sejumlah inisiatif terus diperkuat, mulai dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), hingga Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati).

Tak hanya itu, lanjutnya, upaya tersebut juga mencakup pemanfaatan teknologi digital, program pemberdayaan lansia (Sidaya), serta penyediaan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut dia, keberhasilan beragam program tersebut sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor serta koordinasi nan kuat antar pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Forum Rakorda ini menjadi sarana krusial untuk memperkuat koordinasi sekaligus melakukan pertimbangan berbasis info agar program melangkah lebih efektif,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam RPJMD dan Renstra Kalteng 2025-2029, dengan family sebagai fondasi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, Aisyah mengungkapkan tren penurunan stunting di Kalteng menunjukkan perkembangan positif, dari 27,4 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2024. Pemerintah menargetkan nomor tersebut turun menjadi 20,6 persen pada 2025 dan 18,80 persen pada 2026.

“Capaian ini menjadi langkah awal nan baik, namun tetap diperlukan upaya nan lebih terintegrasi dan berkepanjangan agar sasaran dapat tercapai,” tegasnya.

Aisyah juga menekankan bahwa stunting berangkaian erat dengan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi bingkisan demografi serta tantangan penuaan penduduk.

“Stunting bukan hanya rumor , tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan keahlian wilayah dalam bersaing,” ujarnya.

(Sya'ban)

Sumber info-lokal