PALANGKA RAYA – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa tren penurunan nomor stunting di wilayah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting serta Penilaian Kinerja Provinsi Kalteng Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 29 April 2026.
Aisyah mengungkapkan, nomor stunting di Kalteng mengalami penurunan dari 27,4 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2024. Pemerintah pun menargetkan penurunan lebih lanjut hingga 20,6 persen pada 2025 dan 18,80 persen pada 2026.
“Capaian ini menjadi langkah awal nan baik, namun tetap diperlukan upaya nan lebih terintegrasi dan berkepanjangan agar sasaran dapat tercapai,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa stunting tidak hanya berangkaian dengan aspek kesehatan, tetapi juga berakibat pada produktivitas serta daya saing sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi bingkisan demografi dan tantangan penuaan penduduk.
“Stunting bukan hanya rumor kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan keahlian wilayah dalam bersaing,” ujarnya.
Menurut Aisyah, Program Bangga Kencana menjadi salah satu instrumen strategis dalam pembangunan family berkelanjutan, dengan konsentrasi pada periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ia menjelaskan, beragam inisiatif terus diperkuat, mulai dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), hingga Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati).
Selain itu, upaya juga mencakup pemanfaatan teknologi digital, program pemberdayaan lansia (Sidaya), serta penyediaan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Aisyah menambahkan, keberhasilan program sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor dan koordinasi nan kuat antar pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Forum Rakorda ini menjadi sarana krusial untuk memperkuat koordinasi sekaligus melakukan pertimbangan berbasis info agar program melangkah lebih efektif,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam RPJMD dan Renstra Kalteng 2025-2029, dengan family sebagai fondasi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
(Sya'ban)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·